Berita

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Syarifuddin Sudding/Repro

Politik

Kapolri Tidak Membantah saat Sudding Urai Kronologi Brigadir J Mengendap-endap Masuk Kamar Putri Candrawathi

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 09:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kejadian di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang dialami istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang diduga jadi motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali mengemuka.

Hal ini kembali muncul setelah disinggung anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Syarifuddin Sudding, saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI bersama dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Saat melempar pertanyaan untuk Kapolri, Sudding mengurai sebuah kronologi yang disimpulkan berdasarkan informasi yang dia dapat. Kemudian dia meminta konfirmasi cerita itu kepada Jenderal Sigit.


Cerita Sudding dimulai saat istri Sambo pergi ke Magelang pada tanggal 2 Juli. Dalam rombongan pertama ini, Putri Candrawathi ditemani oleh Brigadir J, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Maruf, dan seorang asisten rumah tangga bernama Susi.

Tujuan mereka datang adalah untuk melihat anak yang sedang sekolah di Magelang. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil dengan 2 lantai. Keterbatasan area membuat semua aktivitas di rumah ini bisa dilihat dengan baik.

Pada tanggal 4, ada satu kejadian di mana Brigadir J ingin membopong Putri yang sedang tertidur di sofa satu rumah yang mereka tinggali.

Hanya saja, niatan Brigadir J diurungkan karena ketahuan Kuat Maruf, yang merupakan sopir pribadi Putri.

"Lihat kejadian itu, si Kuat membentak si Brigadir J tidak melakukan itu dan tidak menyentuh Ibu dan mengurungkan niatnya," kata Sudding.

Pada tanggal 6, Ferdy Sambo menyusul dan ingin merayakan hari pernikahan di malam hari di Magelang. Pada tanggal 7 pagi, Ferdy Sambo kembali ke Jakarta.

Namun kemudian ada kejadian di sore hari, sekitar pukul 17.30 atau menjelang Maghrib, yang kemudian jadi pemicu.

Brigadir J masuk dalam kamar dengan mengendap-endap masuk ke kamar Putri Candrawathi. Tapi kemudian dilihat dan ditegur oleh Kuat.

Kuat dan Susi mendengar tangisan Putri dari dalam kamar. Mereka kemudian menyarankan agar Putri bercerita ke Ferdy Sambo.

Pada malam hari, Putri melaporkan apa yang dialami kejadian sore hari itu pada Sambo lewat telepon. Putri mengadu mendapat perlakuan kurang sopan dari J. Penjelasan rinci akan disampaikan di Jakarta.

Kemudian, rombongan berangkat ke Jakarta pada tanggal 8 pagi. Tiba di rumah yang berada di Saguling pada sore hari. Kemudian Ferdy Sambo melakukan konfirmasi ke sejumlah orang yang ada di TKP.  

Lalu diajak mereka ke Duren Tiga dan kemudian terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Richard dan Sambo. Alasannya karena Sambo merasa harkat dan martabat sebagai suami dilecehkan.

"Pada titik ini saya ingin konfirmasi benar atau tidak kronologi ini. Supaya luar enggak simpang siur. Ini ada hubungan sebab dan akibat, dan dalam hukum pidana kita kenal itu. Bisa, Pak (dijelaskan)?" tanyanya kepada Kapolri.

Mendapat pertanyaan itu, Sigit tidak memberikan bantahan. Kata dia, kronologi yang disampaikan sebagian besar benar dan cocok dengan keterangan yang disampaikan Ferdy Sambo.

"Dari yang disampaikan ada banyak hal yang memang sesuai. Terkait motif ini kami sementara sudah mendapat keterangan dari FS," kata Sigit

"Namun kami juga ingin memastikan sekali lagi untuk memeriksa Ibu PC, sehingga apa yang kami dapat apalagi posisinya sebagai tersangka apakah berubah atau tidak, sehingga kami dapat kebulatan terkait ini," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya