Berita

Diskusi Relawan Muda Airlangga Hartarto bertema Kompetensi dan Popularitas, Pilihan Kaum Muda di Pilpres 2024/RMOL

Politik

Ketum JMSI: Generasi Muda Jangan Lagi Terjebak Cebong-Kampret

RABU, 24 AGUSTUS 2022 | 16:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Informasi artificial yang disajikan kepada publik belakangan kerap dimanfaatkan aktor politik demi menjadi perbincangan di ruang publik.

Hal ini membuat kalangan muda menjadi korban praktik aktor politik tersebut. Jebakan algoritma kian menyempitkan pilihan masyarakat, khususnya kaum muda soal narasi politik dan figur-figur calon pemimpin bangsa.

Demikian disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa dalam acara diskusi politik yang digelar Relawan Muda Airlangga Hartarto (RMA) bertema Kompetensi dan Popularitas, Pilihan Kaum Muda di Pilpres 2024 di di Fairway Café, Jalan Pandu Raya, Kota Bogor, Rabu (24/8).


Secara khusus, Teguh mengapresiasi keberadaan Relawan Muda Airlangga Hartarto yang diharapkan bisa membuka ruang perspektif terhadap calon-calon pemimpin bangsa lainnya.

"Di sini peran luar biasa RMA. Gerakan ini penting untuk memutus plot yang dibuat para aktor politik itu. Selain itu, memberi ruang pendidikan politik yang positif bagi generasi muda," kata Teguh seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Teguh meyakini, jika sudah tak lagi terbelenggu oleh informasi artificial para aktor politik, maka generasi muda memiliki kemampuan independen untuk memilih para kandidat presiden dan wakil presiden.

"Jadi ke depan tidak boleh lagi hanya ada cebong dan kampret. Masih banyak makhluk lain di dunia ini," cetusnya.

Bicara soal figur ideal pemimpin masa depan, Teguh punya formula sendiri. "Kata kuncinya ada dua, kompetensi dan popularitas," ungkapnya.

Dosen FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menjelaskan, kompetensi seorang pemimpin selalu dihadapkan satu hal utama, yakni tantangan dunia di tahun 2024.

"Akan seperti apa situasi geopolitik ke depan. Seperti apa perebutan sumber daya alam di dunia dan seterusnya. Untuk menjawab tantangan itulah, kompetensi pemimpin dibutuhkan," lanjutnya.

Lebih lanjut Teguh mengingatkan generasi muda mampu menganalisa dengan tepat arah perjalanan bangsa. Jika kita tarik garis linear, kata Teguh, tentu dunia tidak akan sama dan selalu ada perbaikan.

"Tapi tak cukup seperti itu. Harus kita bandingkan dengan postur kita di kawasan dan di tataran global," lanjut Teguh.

Generasi muda juga dituntut harus mampu menilai bagaimana Indonesia mampu memanfaatkan luas wilayah, sumber daya alam, dan jumlah penduduk dalam menghadapi tantangan global untuk kemudian membandingkanya dengan negara lain.

"Kita bandingkan Thailand, China, Korea dan lain-lain. Dengan membandingkan, akan muncul ruang besar untuk menilai kemajuan kita," lanjutnya.

Disinggung Teguh, situasi dunia saat ini dipengaruhi oleh pertarungan Rusia-China di satu kutub, dan AS - sekutu. Termasuk pentas pemilihan presiden 2024. Teguh kemudian mengajukan pertanyan retoris pada pada audiens.

"Apa mau pemimpin kita ditentukan dua kekuatan asing itu atau oleh kita sendiri?" pungkasnya.

Selain Teguh, diskusi tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber lain, yakni pengamat komunikasi politik dan Dosen Universitas Pancasila, Dr. Anto Sudarto; dan pemerhati sosial dan politik, Andi Hakim.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya