Berita

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Yussuf Solichien/Repro

Politik

Di Depan Pimpinan KPK, Ketum PKP Yussuf Solichien Minta Koruptor "Dibunuh"

RABU, 24 AGUSTUS 2022 | 12:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Para oknum eksekutif maupun legislatif yang terbukti melakukan korupsi mengambil hak rakyat diminta "dibunuh".

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Yussuf Solichien dalam acara Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 yang diselenggarakan KPK di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu siang (24/8).

Yussuf mengatakan, dirinya sudah menyampaikan kepada para kader dan simpatisan PKP untuk berani, profesional, dan bermoral.


"Percuma dia hebat, leadership hebat, kerakyatan hebat, peduli terhadap rakyatnya, gelar berderet tapi kalau tidak bermoral, tidak ada artinya," ujar Yussuf seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu siang (24/8).

Yussuf pun menyinggung soal Sila Pertama Pancasila yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Menurut Yussuf, setiap insan harus beragama agar bermoral.

"Kalau bermoral itu pasti tidak akan mengambil hak-hak orang lain. APBN disiapkan negara untuk kepentingan rakyat banyak. Nah ini ada oknum-oknum eksekutif, legislatif mengambil uang rakyat itu yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat, untuk kepentingan pribadi," tegasnya.

Oleh karenanya, ia mendukung penuh langkah tegas KPK dalam memproses setiap anggota legislatif maupun eksekutif yang melakukan praktik rasuah.

"Ini adalah perbuatan yang zalim dan memang harus dibunuh pak itu. Bunuh apanya? Karakternya dan berdasarkan koridor hukum. Jadi itulah sikap PKP bagaimana kita menghadapi korupsi ini," sambung Yussuf menutup.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya