Berita

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu/Net

Dunia

Palestina Menyambut Baik Normalisasi Hubungan Diplomatik Turki-Israel

RABU, 24 AGUSTUS 2022 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Palestina, termasuk Hamas yang menguasai Jalur Gaza menyambut baik normalisasi hubungan antara Turki dan Israel.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan halitu dalam sebuah wawancara dengan televisi nasional pada Selasa (23/8).

Sambutan baik itu tentu saja akan membantu Ankara untuk lebih mendukung perjuangan Palestina, menurutnya.


"Baik Presiden Palestina (Mahmoud Abbas) dan pihak Hamas ingin hubungan kami dengan Israel dinormalisasi. Mereka juga tahu bahwa berkat dialog ini, kami akan lebih membela perjuangan Palestina," kata Cavusoglu, seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/8).

"Normalisasi hubungan antara Israel dan Turki tidak akan berarti bahwa Ankara akan membuat konsesi atas masalah Palestina," katanya.

"Dialog harus berlanjut, bahkan jika Anda tidak setuju dalam segala hal," tegas Cavusoglu.

Pernyataan Cavusoglu datang ketika Presiden Palestina Mahmud Abbas tiba di ibu kota Turki, Ankara, pada Selasa untuk bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Cavusoglu dan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh melakukan panggilan telepon pada 8 Agustus.

Pekan lalu, Turki dan Israel mengumumkan bahwa mereka akan mengangkat kembali duta besar, empat tahun setelah mereka saling mengusir utusan ketika pasukan Israel membunuh 60 warga Palestina selama protes di perbatasan Gaza terhadap pembukaan kedutaan AS di Yerusalem.

Hubungan antara Israel dan Turki menjadi tegang pada 2010. Sepuluh warga  Turki tewas ketika armada yang dipimpin Ankara untuk memecahkan blokade Israel di Jalur Gaza, bentrok dengan pasukan Israel.

Erdogan telah menjadi pendukung vokal perjuangan Palestina sekaligus pengkritik keras Israel. Namun, ia mengubah strategi regional Turki awal tahun ini ketika masalah energi muncul sebagai bidang utama kerja sama.

Sejumlah upaya untuk memperbaiki hubungan telah dilakukan Turki dan Israel dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Turki pada bulan Maret.

Ini adalah sebuah langkah pertama yang dilakukan oleh pejabat senior Israel sejak 2008.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya