Berita

Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa (kanan) didampingi Sekjen Arwani Thomafi (tengah) saat temui Wakil Majelis Syariah PPP KH Afifuddin Muhadjir Senin malam (22/8)/RMOL

Politik

Temui KH Afifuddin Muhadjir, Suharso Monoarfa Klarifikasi Kontroversi "Amplop Kiai"

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 19:34 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah desakan mundur dan kontroversi "amplop kiai" menerpa, Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa pada Senin malam (22/8) sowan ke Wakil Ketua Majelis Syariah PPP KH Afifuddin Muhadjir. Pertemuan Suharso didampingi langsung Sekjennya Arwani Thomafi.

Dari keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/8), Suharso mengklarifikasi dan menjelaskan opini publik terkait dengan dirinya.

Di hadapan Wakil Rais Aam PBNU itu, Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa dirinya tidak berniat merendahkan Kiai.


"Isi pidato saya itu dipotong dan tidak dimuat dengan utuh," demikian kata Suharso yang disampaikan langsung pada Kiai Afifuddin.

Suharso menjelaskan bahwa sambutan yang ia sampaikan sesungguhnya merespons Wakil Ketua KPK Bapak Nurul Ghufron, yang saat itu mengatakan jangan sampai PPP mengubah Ketuhanan yang Maha Esa menjadi Keuangan yang Kuasa.

Dalam acara Politik Cerdas dan Beintegritas itu, peserta yang mengikuti adalah pengurus DPP PPP,  DPW PPP dan DPC  se-Indonesia, offline dan online. Artinya, acara itu digelar internal PPP dan KPK.

Suharso menjelaskan pada Kiai Afifudin bahwa saat di KPK, ia menegaskan bahwa PPP akan ikut mengawal gerakan anti korupsi. Apalagi, pengurus dan pendukung PPP banyak Kiai dari Pondok Pesantren besar.

Di hadapan KPK, Suharso juga menjelaskan bahwa ada salah satu pondok yang tidak mau menerima bantuan dari Pemerintah. Artinya Kiai tidak menuhankan Uang.

"Jadi niat pidato saya sesungguhnya ingin menepis pidato Wakil Ketua KPK Pak Nurul Ghufron, bahwa Kyai Kyai di PPP itu bukan Kyai yang menjadikan Keuangan yang Maha Kuasa," demikian penjelasan Suharso dalam keterangan tertulis itu.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya sebagai santri. Dengan demikian, ia mengaku sangat memahami bahwa tradisi santri pada kiai. Bahkan, selama ini Suharso mengatakan gemar bersedekah untuk membantu membangun sarana dan prasarana Pondok Pesantren.

Selain soal kontroversi "amplop kiai", pada Kiai Afifudin, Suharso menjelaskan terkait masalah SK Pengurus DPW dan DPC PPP. Diungkapkan Kepala Bappenas itu bahwa dirinya dalam mengeluarkan SK sudah mekanisme yang diatur dalam partai.

"Saya tanda tangan setelah melalui rapat, paraf dan di tanda tangani sekjen. Jadi tidak benar kalau itu murni dari keinginan dan otoritas saya," kata Suharso Monoarfa.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya