Berita

Rapat Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta/RMOL

Politik

Kata Komisi VII DPR, Harga Minyak Dunia Sulit Jadi Patokan Harga BBM Dalam Negeri

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 17:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penurunan harga minyak dunia masih dinamis dan tidak bisa dipatok secara berkala.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno merespons penurunan harga minyak dunia dari 140 dolar AS perbarel menjadi 90 dolar AS perbarel per tanggal 21 Agustus 2022.

Menurut Eddy Soeparno, penurunan harga minyak dunia sulit menjadi patokan harga BBM dalam negeri karena sifatnya masih bisa berubah-ubah.


"Kita kan tidak bisa mengantisipasi harga BBM tetap turun secara berkelanjutan. Kalau sekalinya terjadi lonjakan, misalkan saja ada krisis ekonomi yang diharapkan ternyata tidak terjadi, sehingga outlook ekonomi itu menjadi positif,” kata Eddy di depan ruang rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (23/8).

Menurutnya, kebutuhan BBM akan meningkat dikarenakan adanya kebutuhan yang juga meningkat. Sehingga pemerintah mengasumsikan harga minyak dunia 100 dolar AS perbarel sebagai pegangan untuk menaikkan harga BBM dalam negeri.

“Kalau pun nanti terjadi harganya itu di bawah 100 dolar, seperti 90 dolar per barel, subsidinya akan berkurang secara otomatis atau nanti bisa dilakukan penyesuaian harga lebih rendah lagi,” katanya.

Sekjen PAN ini menambahkan, pemerintah perlu melakukan pembatasan konsumsi BBM namun dengan kebijakan yang tidak mengesampingkan dampak sosial di tengah masyarakat.

"Kalau kita melakukan pembatasan itu, pembatasannya seperti apa? Nanti ada pembatasan di SPBU jadi ramai. Itu ada dampak sosial juga yang harus kita jaga,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya