Berita

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati/Repro

Politik

Utang dan Defisit Disorot DPR, Ini Kata Sri Mulyani

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 13:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengelolaan defisit keuangan dan utang negara tahun 2021 menjadi sorotan lima fraksi partai di parlemen, yakni PAN, PKB, Demokrat, PKS, dan PPP.

Dalam catatan fraksi  politik tersebut, pengelolaan defisit dan utang negara di tengah situasi krisis global perlu ditangani lebih serius oleh pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, pengelolaan defisit dan utang negara dalam APBN tahun anggaran 2021, pemerintah fokus pada percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi yang meliputi reformasi APBN dan reformasi struktrural.


Menkeu menguraikan, reformas APBN yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas belanja yang berfokus pada pelaksanaan program prioritas untuk menjaga kesehatan masyarakat dan sustainabilitas fiskal dalam jangka menengah dan jangka panjang.

“Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengakselerasi upaya pemulihan, menstimulasi perekonomian dan mempercepat pencapaian sasaran pembangunan serta menjaga momentum pertumbuhan,” kata Sri Mulyani dalam Sidang Paripurna, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (23/8).

Menurutnya, kebijakan ini membawa konsekuensi pada peningkatan defisit karena kebutuhan belanja yang cukup besar. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya untuk mengelola dan menjaga tingkat defisit anggaran tetap terkendali dalam batas aman.

Kinerja pelaksanaan APBN 2022 juga dianggap menjadi modal positif menuju konsolidasi fiskal tahun 2023. Defisit APBN tahun anggaran 2022 diperkirakan akan mencapai 3,92 persen terhadap PDB.

"Outlook tersebut menurun signifikan dari target APBN 2022 sebesar 4,85 persen. Hal ini sejalan dengan langkah konsolidasi fiskal pemerintah untuk menurunkan defisit APBN maksimal 3 persen terhadap PDB pada tahun 2023,” tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya