Berita

Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina/Net

Politik

Ekonom Sarankan Pemerintah Contoh Kebijakan Malaysia Sebelum Naikkan BBM

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 13:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sepatutnya diimbangi dengan kebijakan menjaga inflasi.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda berpendapat, pemerintah perlu berkaca pada kebijakan yang diterapkan tetangga dekat Indonesia, yakni Malaysia soal BBM.

Pasalnya, dia melihat Negeri Jiran tersebut tidak serta-merta menghapuskan subsidi BBM hanya karena imbas ekonomi global yang ikut menghantam kondisi dalam negerinya.


"Malaysia juga menerapkan kebijakan subsidi yang sama kok, tapi memang di sana terdapat kebijakan yang tidak diterapkan di Indonesia," ujar Nailul Hudasaat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/8).

Ekonom yang kerap disapa Huda ini menjelaskan, salah satu kebijakan pemerintah Malaysia yang tidak diterapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah terkait pajak pertambahan nilai atau PPN.

"Seperti relaksasi PPN. Indonesia malah menaikkan PPN-nya dari 10 persen menjadi 11 persen," ungkapnya.

Kaitannya dengan rencana kenaikan harga Pertalite, Huda menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan ekonomi yang terkait dengan konsumsi masyarakat seharusnya dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah.

Sebabnya, dia tidak bisa memungkiri bahwa akibat harga kebutuhan pokok yang melonjak, maka inflasi akan ikut serta melonjak.

Maka dari itu, magister analisis kebijakan publik Universitas Indonesia ini berharap, kekhawatiran yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo tentang laju inflasi meninggi akibat kenaikan BBM harus dipertimbangan secara matang.

"Maka kalau dari sisi anggaran, untuk menjaga inflasi kenaikan yang ideal adalah 0, alias tidak ada kenaikan harga Pertalite," demikian Huda.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya