Berita

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh memeluk Ketua DPP PDIP, Puan Maharani saat tiba di Nasdem Tower, Jakarta/RMOL

Politik

Hasil Rakernas Bisa Berubah, Surya Paloh Beri Sinyal Puan Diusung Nasdem

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 16:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan sinyal bakal membuka peluang untuk Puan Maharani masuk dalam radar Capres yang diusung Nasdem.

Usai pertemuan Puan dan Surya Paloh yang berlangsung selama dua jam lebih tersebut, Surya Paloh memberi restu kepada Puan untuk maju menjadi calon presiden.

"Kalau saya pribadi subjektifnya nggak boleh melarang Mbak Puan maju,” ucap Surya Paloh di lobi Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin(22/8).


Sambil berkelakar Surya Paloh menegaskan bahwa Puan masuk dalam radar Nasdem.

"Udah ketemu gini masa nggak masuk dalam Radar,” imbuhnya.

Mengenai nama Ganjar Pranowo yang diusung Nasdem, kemudian Puan hadir untuk menjadi calon presiden dalam silaturahmi politik saat ini. Surya Paloh mengatakan akan melihat kinerja Puan.

"Menempatkan Mas Ganjar menjadi salah satu bakal calon itu benar. Tapi suasana itu berkembang dan dinamis, saya kedatangan Mbak Puan ini kan saya lihat-lihat juga,” ujarnya.

Disinggung mengenai nama Puan bakal masuk radar Nasdem, dan akan melaksanakan rakernas kembali. Surya Paloh menjawabnya normatif.

"Itulah nanti kita lihat ketentuan ke depan. Tadi Mbak Puan sudah mengatakan ya, ini pertemuan awal akan ditindaklanjuti akan dilihat, semuanya.

“Tapi satu hal yang kami komitmen semata-mata adalah untuk kepentingan kebangsaan ke depan,” katanya.

Surya Paloh menambahkan hasil rakernas bisa berubah jelang pengumuman nama calon presiden dari Partai Nasdem yang bakal berlangsung November mendatang.

"Saya katakan dinamis itu artinya mengutip kembali pepatah kuno Inggris dari gelas ke bibir banyak hal yang akan terjadi,” tutupnya.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya