Berita

Para penyelidik di lokasi ledakan mobil di jalan raya Mozhaisk dekat desa Bolshiye Vyazemi dekat Moskow yang menewaskan Darya Dugina pada Sabtu malam 20 Agustus 2022/Net

Dunia

Ukraina Menolak Tudingan Terlibat Pembunuhan Putri dari Penasihat Utama Putin

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 14:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Ukraina dengan tegas menolak dikatakan terlibat dalam kasus kematian putri sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin, Darya Dugina (29), yang tewas dalam pemboman mobil di pinggiran Moskow pada Sabtu malam (20/8).  

Darya Dugin merupakan putri dari Alexander Dugin, seorang pria yang digambarkan sebagai "ideolog" dan propagandis terkemuka Putin.  

Sementara belum dikonfirmasi saat ini, diduga bom itu ditujukan untuk Dugin, karena menargetkan mobilnya.


"Ukraina jelas tidak ada hubungannya dengan ini, karena kami bukan negara kriminal, seperti Federasi Rusia," kata Mykhailo Podolyak, penasihat Kepala Kantor Presiden Ukraina, seperti dikutip dari Newsweek, Senin (22/8).

"Dan terlebih lagi, kami bukan negara teroris," katanya.

Podolyak lebih lanjut mengklaim bahwa Rusia berusaha untuk meningkatkan ketegangan dengan Ukraina untuk membenarkan peluncuran militer yang lebih besar dan lebih eksplisit.  

Dia juga mengklaim bahwa pemboman itu dapat dikaitkan dengan konflik antar kelompok di Rusia dengan sikap politik dan ideologis yang berbeda.

Sebagai bagian dari perannya sebagai propagandis utama untuk Putin selama dekade terakhir, Dugin juga dianggap sebagai salah satu arsitek utama invasi negara itu ke Ukraina.

Seperti ayahnya, Dugina juga bekerja sebagai propagandis untuk pemerintah Rusia dan, menurut Ukrinform, memelihara akun Telegram yang dia gunakan untuk menyuarakan dukungan untuk invasi ke Ukraina.  

Pada Sabtu malam (20/8) Dugina dilaporkan menghadiri festival bersama ayahnya dan sedang menggunakan mobilnya saat bom meledak.

Dugin ada dalam daftar sanksi AS terhadap orang-orang yang bersalah atas agresi terhadap Ukraina.

'Neo-Eurasianisme' dan aktivitas politiknya bertujuan untuk menciptakan negara adidaya Eurasia melalui integrasi Rusia dengan bekas republik Soviet ke Uni Eurasia yang baru.  

Pers internasional menyebut Dugin 'Putin's Rasputin' atau 'otak Putin,' yang membantu membentuk pandangan Putin tentang Rusia. Dugin juga pemimpin redaksi dari saluran TV propaganda Rusia Tsargrad TV.

Cabang Komite Investigasi Rusia di Moskow mengatakan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut sedang berlangsung, dengan kematian Dugina dianggap pembunuhan dan bukti forensik sedang dipertimbangkan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya