Berita

Diskusi terbuka bertajuk “Polri dalam Amanah Reformasi” di Kopi Politik, Jakarta Selatan, Minggu (21/8)/RMOL

Hukum

Kasus Brigadir J, Momentum Kapolri Pimpin Reformasi Polri

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 21:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Berbagai masalah yang menimpa Polri dalam beberapa tahun terakhir kemudian menemukan titik kulminasi.Puncaknya adalah kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang didalangi mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto berpendapat, bahwa kasus pembunuhan di Duren Tiga itu merupakan momentum bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan pembenahan internal dan memimpin reformasi di tubuh Polri.

“Mulai dari reformasi atas regulasi, reformasi struktural, hingga reformasi kultural,” kata Satyo saat menjadi narasumber diskusi terbuka bertajuk “Polri dalam Amanah Reformasi” di Kopi Politik, Jakarta Selatan, Minggu (21/8).


Satyo mengurai, selama dua dekade reformasi, Kepolisian secara kelembagaan mendapat banyak sorotan dari publik. Sorotan itu bukan hanya soal banyaknya kritik publik yang dilontarkan kepada Polri, tapi juga harapan agar institusi Polri berjalan on the track sesuai amanat konstitusi.

Setidaknya, kata Satyo, terdapat tiga persoalan pokok yang menjadi hambatan Polri dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya sehingga dapat mencapai tujuan reformasi di Polri.

Pertama, Satyo membeberkan, setelah berpisah dari ABRI, tantangan yang serius dihadapi oleh Polri adalah politisasi yang dilakukan oleh penguasa.

Kedua, praktik penyimpangan kewenangan dalam bentuk penyalahgunaan kewenangan seperti pemerasan, korupsi, dan mengambil keuntungan pribadi dari peran dan fungsi yang dijalankan membuat citra Polri di mata publik tidak baik.

Lalu ketiga, kata Satyo, masalah- masalah pelanggaran hukum yang terus menerus secara intens dilakukan oleh oknum di tubuh Polri yang menyita perhatian publik dan kerap memunculnya perdebatan. apakah Polri adalah institusi penyelesaian masalah publik atau justru menjadi masalah dan kegaduhan publik.
 
“Kita perlu mendorong dan mendukung Kapolri untuk memimpin reformasi Polri, membersihkan institusi dari anasir-anasir buruk perilaku sebagian petinggi Polri yang tidak  sesuai dengan cita-cita reformasi Polri,” ujar Satyo.

Di sisi lain, ia berharap, dukungan publik terhadap Kapolri tidak mengendur dalam upaya menyelesaikan kasus pembunuhan Brigadir J.

Kata Satyo, jika kasus ini tidak dapat terselesaikan dengan cepat, maka dikhawatirkan menganggu dan menghambat kinerja kepolisian itu sendiri.

“Masalah pembunuhan Brigadir J ini jangan sampai dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk melemahkan dan memperburuk citra Polri. Marwah Polri perlu dijaga agar harapan publik akan Polri yang lebih bermartabat dan profesional bisa diwujudkan sesegera mungkin,” demikian Satyo.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya