Berita

UAS saat jadi narasumber HIMAMI di acara berjudul "Antara Sab'aturrijal dan Walisongo: Komparasi Dakwah Masa Awal Islam" secara virtual, Minggu sore (21/8)/Repro

Politik

UAS Bangga Nama Wali Songo jadi Nama Universitas di Indonesia

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 19:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bukan hanya di Marrakash Maroko, wali-wali Allah atau dikenal Wali Songo juga diabadikan menjadi nama perguruan tinggi untuk mengenalkan genera masa depan tentang perjuangan para wali Allah atau Wali Songo di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) saat menjadi pembicara di rangkaian acara menuju Muktamar I Himpunan Mahasiswa Alumni Maroko di Indonesia (HIMAMI) yang berjudul "Antara Sab'aturrijal dan Walisongo: Komparasi Dakwah Masa Awal Islam" secara virtual, Minggu sore (21/8)

UAS mengatakan, perbandingan antara Wali Songo atau Wali 9 di Indonesia dengan Sab'aturrijal Wali 7 di Kota Marakesh Maroko pada poin pertama pada massa atau waktunya. Di mana, Wali Songo yang paling tertua sekitar abad ke-14 sekian. Sedangkan Sab'aturrijal pada abad ke-5 dan abad ke-6.


"Mereka memuliakan wali-wali mereka ini dengan mengambil nama tabaruk untuk Universitas," ujar UAS seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (21/8).

Di Indonesia sendiri kata UAS, nama-nama Wali Songo juga dijadikan sebagai nama universitas. Seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijogo, UIN Syarif Hidayatullah dan lainnya.

"Untuk mengenalkan kepada generasi yang akan datang perjuangan para wali-wali Allah," kata UAS.

UAS pun menyoroti masih banyak orang-orang yang tidak percaya kepada Wali Allah karena efek negatifnya. Padahal sesungguhnya, salah satu ciri Ahlussunah Waljamaah adalah meyakini wali-wali Allah dengan karomahnya.

 Para ulama-ulama Indonesia kata UAS, zaman dahulu belajar di Makkah, Arah Saudi dan kembali ke Nusantara pada saat itu.

Namun demikian, UAS meminta kepada HIMAMI untuk merangkai sanad keilmuan Maulana Muhammad Al-maghribi yang merupakan Wali Songo angkatan pertama sampai ketiga.

"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) buat kita bersama, bagaimana supaya data kita tentang Maulana Al-maghribi itu benar-benar valid. Jadi dia tidak ada sekadar bicara-bicara warung kopi saja. Ini menjadi PR buat kita semua wabilkhusus alumni-alumni Maroko, coba cari rangkaian sanad keilmuan," pungkas UAS.

Harapannya, kata Uas dengan mencari sanad keilmuan yang jelas , akan dihasilkan karya-karya luar biasa di masa datang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya