Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kongo Selidiki Kemungkinan Bangkitnya Wabah Ebola

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 10:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kongo melakukan penyelidikan terkait kemungkinan bangkitnya wabah Ebola yang baru-baru ini terdeteksi di Provinsi Kivu Utara.

Saat ini, Institut Nasional Penelitian Biomedis (INRB) Kongo sedang menyelidiki kasus meninggalnya sedang perempuan 46 tahun di Beni, Kivu Utara pada pekan lalu.

Perempuan tersebut sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Rujukan Beni dan dirawat untuk penyakit lain. Tetapi beberapa hari setelahnya, ia menunjukkan gejala konsisten penyakit Ebola.


Kendati begitu, otoritas masih menguji sampel apakah pasien tertular Ebola.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mempersiapkan diri untuk kemungkinan kembalinya wabah Ebola di Kongo.

"Sementara analisis sedang berlangsung, WHO sudah di lapangan mendukung pejabat kesehatan untuk menyelidiki kasus ini dan mempersiapkan kemungkinan wabah," kata Direktur WHO untuk Afrika, Dr Matshidiso Moeti, seperti dimuat ANI News, Minggu (21/8).

WHO juga bekerjasama dengan otoritas kesehatan setempat untuk mengidentifikasi siapa saja yang melakukan kontak erat dengan pasien tersebut, serta memantau kesehatan mereka.

"WHO juga akan bekerja untuk memastikan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat, pengobatan dapat tersedia bagi mereka yang membutuhkannya, dan untuk meningkatkan kesadaran tentang Ebola di antara masyarakat setempat," ujar Matshidiso Moeti lebih lanjut.

Kasus yang dicurigai ini bertepatan dengan sehari setelah WHO menerbitkan pedoman pertama untuk terapi virus Ebola.

Dalam pedomannya, WHO merekomendasikan dua antibodi monoklonal yang dianggap mempunyai manfaat dalam pengobatan virus Ebola.

Ebola sendiri merupakan penyakit mematikan akibat infeksi virus Ebola. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan organ serta pendarahan yang serius di dalam tubuh penderitanya dengan tingkat kematian yang tinggi.

Beni wilayah di Kivu Utara merupakan salah satu kota pusat wabah Ebola di Kongo yang telah menewaskan hampir 2.300 nyawa dari 2018 hingga 2020.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya