Berita

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Mahathir Mohamad: Amerika adalah Provokator Perang China dan Taiwan

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 06:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menilai Amerika Serikat (AS) menjadi provokator ketegangan yang terjadi di Selat Taiwan saat ini, di mana China dikhawatirkan akan menyerang Taiwan seperti halnya Rusia pada Ukraina.

Pria 97 tahun yang telah menjadi dua kali menjabat PM Malaysia itu dikenal kerap mengkritik Barat.

Dalam wawancaranya dengan Associated Press pada Jumat (19/8), Mahathir menyebut kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu lalu merupakan pemantik ketegangan dan itu telah mencampuri urusan Beijing.


"Selama ini China telah membiarkan Taiwan tetap sendiri dan tidak ada masalah. Mereka tidak menyerang. Jika mereka ingin menyerang, mereka bisa saja menyerang. Tetapi mereka tidak melakukannya," kata Mahathir.

"(Alih-alih) Amerika memprovokasi mereka sehingga bisa terjadi perang. China akan membuat kesalahan dengan mencoba menduduki Taiwan," tambahnya.

Setelah kunjungan Pelosi, China meluncurkan latihan militer skala besar di sekitar Taiwan, termasuk dengan penembakan rudal balistik ke laut.

China telah berulang kali memperingatkan AS karena menilai AS berusaha mendorong Taiwan untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Mahathir juga mengatakan situasi semakin buruk karena AS memiliki alasan untuk membantu Taiwan dengan menjual lebih banyak senjata ke pulau tersebut.

"Lalu ada alasan bagi AS untuk membantu Taiwan, bahkan berperang melawan China dan menjual banyak senjata ke Taiwan," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya