Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bendung Tekanan Barat, Rusia Hindari Dolar dan Euro untuk Transaksi Ekonomi Antar Negara

SABTU, 20 AGUSTUS 2022 | 19:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rusia berusaha menjauhkan mata uang dolar dan euro dalam hubungan komersial, ekonomi, dan investasi dengan mitra luar negerinya untuk melawan tekanan geopolitik barat yang berkembang melalui mata uangnya.  

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Pankin mengatakan untuk mencapai hubungan yang stabil dengan mitra Rusia, maka perlu ntuk menghindari penggunaan mata uang barat yakni dolar AS dan euro kemudian beralih ke mata uang nasional.

Pankin menekankan sistem keuangan global yang dibangun oleh Washington saat ini telah terbukti tidak sesuai dengan kondisi tatanan dunia yang multipolar dan pada dasarnya telah dijadikan instrumen untuk mencapai tujuan politik satu kelompok negara tertentu.


"Sangat jelas bahwa dalam kondisi saat ini Barat bermaksud untuk terus menyalahgunakan posisi istimewanya. Khususnya saat mereka menjatuhkan sanksi tidak sah pada Rusia, sehingga kami berpikir untuk melakukan dedolarisasi untuk mempertahankan kedaulatan kami," tegasnya.

Wamenlu Rusia menjelaskan mekanisme transaksi dalam mata uang nasional telah berhasil dibuat dengan sejumlah negara, dan pembayaran menggunakan rubel pada ekspor energi dan produk makanan, telah disiapkan.

BRICS, SCO, dan platform internasional lainnya juga akan mendukung wacana multilateral ini.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya