Berita

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres di pelabuhan Odessa/Net

Dunia

Fokus Guterres di Odessa: Ekspor Gandum Ukraina dan Demiliterisasi Pabrik Zaporozhye

SABTU, 20 AGUSTUS 2022 | 07:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah Lviv, Odessa menjadi lokasi pertemuan tiga pemimpin dunia. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres tiba di Odessa, Ukraina, Jumat (19/8) di mana ia akan mengadakan pembicaraan tentang ekspor gandum dengan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dan pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan.

Beredar dalam tayangan televisi nasional saat Sekjen PBB dan anggota delegasinya berjalan di sepanjang tanggul di pelabuhan Odessa.

Selain masalah ekspor gandum, Guterres juga mnenyinggung soal keamanan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. Menurutnya, PLTN tersebut perlu didemiliterisasi.


"Pertama-tama, yang benar adalah jika demiliterisasi pabrik, seperti yang kami usulkan. Msalahnya mungkin saha akan segera terpecahkan," kata Kantor Pers Sekjen PBB, mengutip kata-kata Guterres selama berkunjung ke Odessa.

"Jelas, listrik dari Zaporozhye adalah listrik Ukraina, dan itu perlu, terutama selama musim dingin bagi rakyat Ukraina, dan prinsip ini harus dihormati sepenuhnya," tambahnya.

Kiev melakukan banyak serangan yang menyasar ke PLTN Zaporozhye. Rusia kemudian mengambil alih PLTN tersebut. Beberapa serangan berhasil dikalahkan Rusia, tetapi beberapa roket menghantam fasilitas infrastruktur PLTN tersebut, termasuk tempat penyimpanan limbah nuklir, yang memicu kekhawatiran banyak pihak.

Itu mendorong langkah cepat PBB agar situasi PLTN bisa seegra kondusif, menyusul kecaman dari Uni Eropa agar Rusia menyerahkan kembali kendali PLTN ke tangan Ukraina.

Pada Kamis, ketiga pemimpin telah bertemu di Lviv, di mana Turki menjanjikan akan mendukung Ukraina dan melanjutkan upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis Ukraina.

Erdogan juga menyanggupi akan membantu pemulihan infrastruktur Ukraina yang terimbas perang.

“Turki akan melanjutkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang secara damai di Ukraina. Saya percaya bahwa cepat atau lambat itu akan berakhir di meja perundingan. Baik Zelensky dan Guterres sepakat dalam hal ini,” kata Erdogan, seperti dikutip dari AFP.

"Kami siap memainkan peran sebagai mediator atau perantara dalam merevitalisasi negosiasi parameter yang dibentuk di Istanbul pada Maret. Kami siap memberikan dukungan menyeluruh untuk mencapai tujuan ini," kata Erdogan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya