Berita

Pejuang Taliban menyerang jurnalis yang meliput aksi protes perempuan di Kabul pada 21 Oktober 2021/AFP

Dunia

RSF: Afghanistan Kehilangan Hampir 60 persen Jurnalis Sejak Taliban Berkuasa

KAMIS, 18 AGUSTUS 2022 | 13:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Hampir 60 persen jurnalis dan 40 persen media di Afghanistan sudah tidak lagi bekerja atau beroperasi sejak Taliban berkuasa pada pertengahan Agustus tahun lalu.

Laporan dari Reporters Without Borders (RSF) menunjukkan, mereka kehilangan tepatnya 39,59 persen media dan 59,86 persen jurnalis.

Perusahaan media di bawah rezim Taliban menghadapi banyak tantangan. Selain karena krisis ekonomi, terbatasnya kebebasan pers juga membuat akhirnya banyak dari mereka gulung tikar.


Sementara banyak jurnalis, terutama perempuan, yang kehilangan pekerjaannya.

“Tiga perempat (jurnalis) kini menganggur dan tidak ada lagi di 11 provinsi. Semua ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang mendalam dan tindakan keras terhadap kebebasan pers,” tulis laporan RSF, seperti dimuat Zee News, Selasa (16/8).

Sekretaris Jenderal RSF Christophe Deloire mengatakan jurnalisme telah dihancurkan selama satu tahun terakhir di Afghanistan.

Ia kemudian menyerukan agar pihak berwenang bisa bertindak tegas untuk mengakhiri kekerasan dan pelecehan yang dialami para pekerja media, dan meminta pihak berwenang untuk membiarkan pekerja media melakukan pekerjaan tanpa gangguan.

Data dari RSF menunjukkan, Afghanistan pada awalnya memiliki 547 perusahaan media. Tetapi sejak Taliban berkuasa, 219 perusahaan media menghentikan aktivitasnya.

Ribuan jurnalis meninggalkan Afghanistan sebagai akibat dari perubahan politik. Beberapa dari mereka saat ini dikabarkan tinggal di Pakistan dan negara-negara lain.

“Imarah Islam harus bekerja dengan media dan jurnalis untuk membentuk komite yang menangani pelanggaran media dan akses informasi,” kata Ketua Asosiasi Jurnalis Independen Afghanistan, Hojatullah Mujadidi.

Laporan dari Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) menyebutkan pelanggaran hak asasi manusia di Afghanistan berdampak pada 173 jurnalis dan pekerja media.

Menurut UNAMA, selama satu tahun terakhir ini telah terjadi penutupan lebih dari setengah media, evakuasi ratusan jurnalis, dan meningkatnya pembatasan kerja, kekerasan, serta ancaman terhadap jurnalis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya