Berita

Sekretaris Majelis Syuro Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Slamet Ma'arif/Net

Politik

PA 212 Anggap Pidato Jokowi Larang Politik Identitas Lucu

RABU, 17 AGUSTUS 2022 | 07:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang menyinggung politik identitas dan polarisasi agama justru mengesankan adanya kepanikan dan ketakutan dengan kekuatan Islam, terutama dengan kekuatan umat Islam 212 di tahun 2017 lalu.

Begitu kata Sekretaris Majelis Syuro Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Slamet Ma'arif menanggapi pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2022 di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).

"Lucu ini pernyataan. Kan dah lama semua pakai politik identitas. PDIP sendiri pakai identitas Bung Karno hehe, Indonesia sendiri negara beragama sesuai UUD 1945 dan Pancasila Sila Pertama,” ujar Slamet kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/8).


“Terkesan itu pernyataan yang panik dan takut dengan kekuatan Islam, terutama kekuatan umat Islam 212 di tahun 2017," sambungnya.

Slamet mengaku heran, ketika seseorang menggunakan politik agama Islam, selalu dipersoalkan. Namun, ketika menggunakan politik agama selain Islam, tidak dipermasalahkan.

Lebih lucu lagi, ada fenomena orang politik ketika masuk tahun politik berlomba-lomba memakai identitas agama.

“Yang nggak pernah pakai jilbab dan kopiah, balihonya di mana-mana pakai jilbab dan kopiah putih, foto dan video umroh haji jadi gacoan, non muslim pakai sorban dan lain-lain, apa itu bukan politik identitas?" terangnya.

Bahkan, kata Slamet, para pahlawan nasional juga sudah menggunakan identitas agama Islam untuk berjuang. Setidaknya hal itu yang dilakukan Bung Tomo dengan memekikan semangat takbir ke masyarakat.

“Ngono yoo ngono, tapi ojo ngono. Ingat Bung Tomo menggerakkan Arek-arek Surabaya dengan identitas agama Islam yaitu Takbir Allohu Akbar," pungkas Slamet.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya