Berita

Gus Miftah saat hadiri kajian kebangsaan Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI)/Ist

Nusantara

Gus Miftah: Budaya Dalihan Na Tolu Modal Penting Masyarakat Batak Rawat Persatuan Bangsa

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 22:17 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) mengajak masyarakat Sumatera Utara menjaga dan memegang teguh falsafah Dalihan Na Tolu.

Seruan itu disampaikan dalam Kajian Kebangsaan menjelang HUT ke-77 RI yang digelar di Gedung Serbaguna, Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Minggu sore, (14/8).

Falsafah Dalihan Na Tolu, adalah sebuah kearifan hidup yang merupakan warisan berharga bagi masa depan masyarakat Batak khususnya, dan peradaban kemanusiaan pada umumnya.


Dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, kajian Kebangsaan itu menghadirkan kiai nyentrik asal Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah).

Dalam acara itu sedikitnya dihadiri 10 ribu jamaah yang terdiri dari keluarga besar JBMI, masyarakat Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, Langkat, dan daerah-daerah sekitarnya.

Ketua Umum DPP JBMI Arif Rahmansyah Marbun menjelaskan, Dalihan Na Tolu membawa pesan persatuan dan kesatuan. Menurutnya, nilai itu harus diamalkan oleh seluruh masyarakat Batak.

"Sebagai wawasan dan budaya luhur ini harus terus kita pegang bersama," demikian kata Arif, Selasa (16/8).

Lebih lanjut Arif mengatakan Dalihan Na Tolu secara kebudayaan merupakan kerangka hubungan kekerabatan darah dan perkawinan yang mempertalikan kelompok.

Di sisi lain, tambaj Arif, dari segi ajaran, Dalihan Na Tolu melambangkan tiga kultur kehidupan masyarakat Batak.

Pertama yaitu Somba Marhula-hula atau saling menghormati. Kedua yaitu Manat Mardongan Tubu atau saling menghargai. Dan ketiga yaitu Elek Marbobu atau saling menyayangi.

“Inilah tiga nilai humanisme masyarakat Batak yang bukan saja luhur tapi juga sangat bersesuaian dengan semangat ajaran agama. Suatu ajaran yang sangat penting dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Arif.

Menurut Arif, demi memperkuat kebangsaan itu pula yang mendasari Kajian Kebangsaan bersama Gus Miftah itu mengambil tema “Merawat Kebhinekaan, Menjaga Keutuhan NKRI.”

“Kita warga Batak ini mewarisi sebuah wawasan sosial-kultural yang cukup kuat. Melalui para orang tua dan leluhur, kita secara turun temurun mengenal dan memegangi sebuah pesan Dalihan Na Tolu,” ujarnya.

Sementara dalam tausyiahnya, Gus Miftah mengajak seluruh elemen masyarakat Batak untuk merawat kebhinekaan dan menjaga keutuhan NKRI.

Bagi Pengasuh Ponpes Ora Aji ini, budaya Dalihan Na Tolu yang dimiliki oleh masyarakat Batak menjadi modal penting untuk merawat bahkan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Cara untuk lebih mencintai bangsa dan negara ini sederhana. Anak-anak muda khususnya, kedepankan sikap toleran, saling menghormati, menghargai, dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi dan pemahaman yang mudah menimbulkan konflik,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya