Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Thailand Bebas Ganja, Tapi Larang Penjualan di Pedagang Kaki Lima

SENIN, 15 AGUSTUS 2022 | 15:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun telah meyatakan ganja sebagai tanaman yang boleh dikonsumsi umum, pemerintah Thailand tidak sepenuhnya membebaskan penjualannya.

Hal ini dijelaskan pejabat berwenang menyusul laporan adanya pedagang kaki lima di Khao San Road di distrik Phra Nakhon yang berjualan ganja.

"Penjualan ganja dan produk yang terbuat dari ganja oleh pedagang kaki lima, adalah ilegal. Jika aturan dilanggar, tugas polisi untuk menindaknya" kata kepala distrik, Wasan Boonmuenwai, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (15/8).


Wasan berbicara setelah Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan bahwa dirinya mencium bau ganja saat berlari pagi di dekat Khao San Road, jalur hiburan malam yang populer di distrik tersebut.

Hal itu mendorong Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul untuk memanggil aparat penegak hukum untuk menangkap orang-orang yang berdagang ganja dan produk ganja di jalan.

Wasan mengatakan 200 vendor di Khao San Road diberikan izin untuk menjual makanan, minuman, pakaian, perhiasan dan aksesoris.  Dia mengatakan inspektur telah menemukan empat toko di Khao San Road yang menjual produk ganja.

Sementara itu, Yada Pornpetrampa, presiden Asosiasi Pedagang Jalan Bangkok dan Khao San, mengatakan dekriminalisasi ganja baru-baru ini lebih banyak merugikan daripada menguntungkan bagi pariwisata.  

Pernyataan Yada datang setelah viralnya sebuah video yang dibagikan di media sosial tentang turis yang jatuh sakit setelah merokok ganja di Jalan Khao San.

"Asap ganja dapat mengusir wisatawan yang datang sebagai keluarga, karena orang tua takut anak-anak mereka terpapar zat berbahaya," katanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya