Berita

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron/Net

Hukum

Di Hadapan Suharso, KPK Minta PPP Jadi Partai Berketuhanan Bukan Berkeuangan

SENIN, 15 AGUSTUS 2022 | 11:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Di hadapan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron meminta PPP menjadi partai yang Berketuhanan Yang Maha Esa (YME), bukan partai yang berkeuangan.

Hal itu disampaikan Ghufron saat memberikan bekal antikorupsi di hadapan Suharso dan jajaran pengurus PPP di acara Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin siang (15/8).

Ghufron mengatakan, partai politik (parpol) merupakan pilar dari demokrasi yang merupakan pilar keadilan sebuah bangsa.


"Maka kami ingin sekali lagi, harapan dari kegiatan ini adalah, pertama untuk menyadarkan diri kita semua. KPK tidak ingin menjauhi dan tidak akan berjarak dengan anda. Tapi ingin memahami bahwa, kendalanya apa yang terjadi kemudian kita semua kadang lupa bahwa anda semua adalah pilar demokrasi, pilar Indonesia untuk mencapai keadilan," ujarnya seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin siang (15/8).

Ghufron berharap, kader parpol tidak hanya berusaha agar terpilih sebagai kepala daerah maupun legislator, maupun hanya memikirkan untuk mengembalikan modal.

"Kalau begitu, kegiatan parpol seakan-akan hanya pada rutinitas memenangkan kontestasi-kontestasi politik," kata Ghufron.

Ghufron pun mengingatkan, siapapun akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di akhirat kelak.

"Mungkin kita bisa menghindar kemudian bisa kongkalikong dengan APH dengan penegak hukum, dengan KPK, dengan Polisi, dengan Jaksa, tapi kita tidak mungkin bisa menghindarkan diri di Yaumil akhir kelak nanti, pada saat itu, mulutmu terkunci, tapi kaki tangan akan menyaksikan apa yang anda perbuat," terang Ghufron.

Selain itu, Ghufron pun menyinggung soal PPP yang merupakan parpol berbasis agama Islam. Karena, jika masih terjadi perbuatan korupsi di tubuh PPP, artinya tidak ada bedanya dengan parpol-parpol lainnya yang tidak berbasis Islam.

"Ya mohon maaf, kalau yang lain mengandalkan uang untuk menang, kalau yang lain menggunakan yang lain-lain, kalau PPP kemudian juga ikut-ikutan percaya dan kemudian menggantungkan pada uang, berarti sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu sudah berganti pada Sila Keuangan Yang Kuasa. Tauhid anda di mana?" tegas Ghufron.

Ghufron berharap ingin menyaksikan kembali kejayaan PPP seperti pada saat dahulu kala, di mana kakeknya Ghufron pada 1979 lalu menjadi Ketua PPP Sumenep.

"Tunjukkan bahwa PPP ini partainya partai berketuhanan. Bukan berkeuangan pak. Kok sekarang kenyataannya seperti ragu, bahkan tidak percaya diri kalau tidak punya modal, mungkin tidak dipilih oleh Ketua Umum untuk mencalonkan sebagai kepala daerah. Nah ini yang kadang-kadang, mari tunjukkan pak. Buktikan bahwa yang Akbar itu Allah bukan uang," terang Ghufron.

"Kalau itu pak, saya yakin kok, gak tau kalau kemudian PPP masih ragu. Saya yakin bersama Allah anda akan besar. Kembalikan itu, dan saya yakin kejayaan PPP akan kembali dengan anda menempatkan diri sebagai partai yang berketuhanan, buktikan itu pak, buktikan itu," sambung Ghufron.

Dalam acara PCB KPK ini, Suharso didampingi langsung oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arsul Sani dan Zainut Tauhid, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arwani Thomafi, Bendahara Umum (Bendum) PPP Surya Batara Kartika, dan jajaran pengurus PPP lainnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya