Berita

Peneliti Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Indah Pangestu Amaritasari/Net

Politik

Puskamnas Minta Gen Z Berhati-hati Mencari Konten Agama di Medsos

MINGGU, 14 AGUSTUS 2022 | 22:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kampanye dan propaganda yang dilakukan ISIS di media sosial seperti YouTube, Facebook, dan Twitter sejak tahun 2014 dinilai berpengaruh pada serangan terorisme berbasis kekerasan di Indonesia. Tercatat, trend serangan mengalami kenaikan sejak tahun 2014, meskipun tidak setinggi pada tahun 2000.

Begitu kata peneliti Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Indah Pangestu Amaritasari dalam Diskusi Publik bertema, “Radikalisme dan Cita-cita Khilafah Perspektif Keamanan Nasional,” yang diselenggarakan Puskamnas Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Hotel D, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (14/8).

Menurutnya, hubungan linimasa dengan pergerakan terorisme di Indonesia terbilang menarik. Sebab, tampak ada gerakan terorisme tidak hanya bergerak dengan jaringan internasional, tetapi ada konteks dilakukan serangan mandiri.


“Kenapa? Karena ISIS, tepatnya sejak tahun 2014 menggunakan media sosial menyebarkan propagandanya,” ujarnya.

Seruan pada pengikut ISIS untuk melakukan jihad global secara mandiri atau lonewolf yang terus didengungkan membuat trend serangan terorisme naik.

Atas dasar tersebut, Indah meminta para pengguna media sosial harus berhati-hati. Khususnya kelompok Gen Z yang kebanyakan mencari konten-konten agama secara instan.

“Kalangan Gen Z harus diwaspadai, jangan sampai justru menjadi perantara terjadinya radikalisasi,” terangnya.

Terakhir, dia ingin pencegahan terorisme dan radikalisme berbasis kekerasan di Indonesia dilakukan secara komprehensif. Semua isu perlu diperhatikan dengan baik.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara ini mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Ngatawi Al-Zastrow, dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya