Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Di Bawah Komando Airlangga Hartarto, Arief Poyuono Yakin Masa Sulit Tahun Depan Bisa Dilewati Terang Benderang

MINGGU, 14 AGUSTUS 2022 | 11:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Situasi ekonomi global semakin tidak menentu. Bahkan mau tidak mau kondisi tersebut akan mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air.

Begitu tegas Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Arief Poyuono kepada wartawan, Minggu (14/8).

“September The Fed rencana naikkan lagi suku bunganya, hingga 0,75 basis crude oil pasti bisa naik lagi. Kurs rupiah makin jeblok,” sambungnya.


Di satu sisi, ekspor Indonesia juga pasti akan terganggu karena komoditas ekspor jadi mahal dan banyak negara tujuan ekspor mengurangi impornya. Negara tujuan ekspor Indonesia seperti China, India, dan Amerika Serikat juga sedang mengalami gejolak ekonomi nasional.

“Dengan ekspor turun otomatis pendapatan negara juga turun,” singkatnya.

Jika harga BBM naik, maka mau tidak mau ongkos produksi dalam negeri juga naik. Dampaknya harga-harga barang dan jasa ikutan naik.

Sementara itu, daya beli masyarakat Indonesia masih lemah serta pendapatan ekonomi keluarga juga belum stabil alias menurun akibat dampak Covid-19 selama 2 tahun lalu. Tidak sedikit sektor ekonomi informal dan formal tutup dan PHK karyawan.

Adapun BBM jenis Pertalite dan Biodiesel sudah mulai kurang pasokan di sejumlah SPBU. Padahal subsidi BBM sudah mencapai Rp 502 triliun.

“Sampai berapa kuat negara tahan untuk subsidi BBM. Belum lagi secara fakta, akibat dampak Covid nilai NPL perbankan BUMN dan swasta juga secara hitungan buku sudah melipati batas yang ditentukan cuma karena ada kebijakan restrukturing saja jadi tetap dibawah patokan NPL-nya,” urainya.  

NPL di Bank BUMN yang tinggi bukan akibat dari dampak Covid-19 semata. Namun dikarenakan kebijakan perbankan BUMN yang sebelumnya jor-joran sebelum Covid-19 yang mengucurkan kredit dan tidak sedikit kredit bodong yang kemudian dikemplang oleh debitor.

Terlepas dari itu, arief Poyuono menilai bahwa dalam menghadapi ekonomi yang sulit, pemerintah masih belum perlu meningkatkan suku bunga. Alasannya, karena inflasi Indonesia masih relatif terjaga di 4 persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih di atas 5,4 persen, dan cadangan devisa masih kuat.

“Sehingga pilihannya, kelihatannya pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan mengelola kurs mata uang. Ini pilihan ya,” terangnya.

Namun untuk nasional, perbankan akan lebih senang situasi saat ini jika BI tidak mengambil kebijakan peningkatan tingkat suku bunga dan pertumbuhan ekonomi masih terjaga.

“Namun dengan skuad Tim Jokowinomic di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto sih masa sulit dan gelap di tahun depan bisa dilewati dengan terang benderang,” yakinnya.

“Karena ini sudah terbukti dengan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 dinilai banyak negara di dunia dan lembaga lembaga ekonomi dunia sangat berhasil,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya