Berita

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia/Net

Dunia

Dewan HAM PBB Jadwalkan Kunjungan ke Bangladesh dan Kamboja

SABTU, 13 AGUSTUS 2022 | 16:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia(OHCHR) mengumumkan bahwa Komisaris Tinggi Michelle Bachelet akan melakukan perjalanan selama akhir pekan mulai 14 Agustus ke Bangladesh. Ini merupakan perjalanan resmi pertama kepala HAM PBB ke negara itu.

Dikutip dari laman resmi UN Ganeva pada Jumat(12/8), di sana ia akan mengunjungi kamp-kamp yang menampung para pengungsi Rohingya dari Myanmar, serta mengunjungi pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wazed serta menteri lainnya, dan Komnas HAM dengan perwakilan organisasi masyarakat sipil.

Pada bulan Juni lalu, Bachelet menunjukkan bahwa militer terus menggunakan bahasa yang bermusuhan dan menghina untuk mengancam dan menyingkirkan sebagian besar Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, ratusan ribu di antaranya terpaksa melarikan diri dan mengungsi ke Bangladesh. Bachelet menyampaikan kekecewaannya bahwa upaya internasional untuk mengendalikan pendekatan dengan kekerasan militer sejauh ini sebagian besar tidak efektif.


Selain mengunjungi Bangladesh, pakar PBB dikabarkan akan mengunjungi Kamboja. Vitit Muntarbhorn pada Senin(8/8)ditunjuk untuk melakukan tugas resmi pertamanya ke Kamboja.

Selama dua minggu, ia akan menilai situasi hak asasi manusia di negara itu bersama dengan upaya pemerintah apakah telah menciptakan lingkungan yang baik sehingga semua warga negara itu bisa menikmatinya, termasuk melihat penerapan hak-hak politik dan sipil serta hak-hak ekonomi, sosial dan budaya setelah pandemi Covid-19. Kunjungan pakar hak asasi independen itu juga datang atas undangan dari pemerintah.

“Saya berharap dapat bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah, pembela hak asasi manusia, dan pemangku kepentingan terkait lainnya,” ujar Vitit.

Kunjungan Pelapor Khusus PBB ini dilakukan di tengah meningkatnya laporan terkait pembatasan ruang sipil dan kebebasan pers di negara tersebut. Menurut laporan Kantor Hak Asasi Manusia PBB, jurnalis semakin menjadi sasaran berbagai bentuk pelecehan, tekanan, dan kekerasan. Tujuan kunjungan pelapor khusus yang ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB ini adalah untuk memeriksa dan melaporkan terkait situasi negara serta penerapan ham di negara tersebut.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya