Berita

Virus polio ditemukan dalam air limbah New York/NBC News

Dunia

Virus Polio Ditemukan di Air Limbah New York

SABTU, 13 AGUSTUS 2022 | 14:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Departemen kesehatan telah mengidentifikasi virus yang dapat menyebabkan polio, yang berasal dari air limbah Kota New York. Otoritas pejabat setempat pada Jumat(12/8) mendesak kepada masyarakat New York yang belum divaksinasi untuk dapat melakukan vaksinasi dengan segera agar menghentikan penularan.

"Departemen Kesehatan NYC dan Departemen Kesehatan Negara Bagian New York telah mengidentifikasi virus polio dalam limbah di NYC, menunjukkan penularan virus secara lokal. Kami mendesak warga New York yang tidak divaksinasi untuk divaksinasi sekarang," kata departemen kesehatan kota itu dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Asia One.

Lebih lanjut departemen kesehatan itu menambahkan polio dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Tidak ada obat untuk penyakit yang terkadang berakibat fatal ini, tetapi dapat segera dicegah dengan vaksin yang tersedia sejak tahun 1955.


Awal bulan ini, pejabat kesehatan mengatakan virus itu sebenarnya telah ditemukan di air limbah di pinggiran Kota New York sebulan sebelum pejabat kesehatan di sana mengumumkan kasus Rockland County, kasus polio pertama yang kembali tercatat di negara itu dalam hampir 10 tahun. Namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan pada saat itu belum jelas apakah virus itu aktif menyebar di New York atau di tempat lain di Amerika Serikat.

Sementara itu untuk mempercepat program vaksinansi polio pejabat New York telah membuka klinik vaksin untuk membantu penduduk yang belum divaksinasi agar bisa mendapatkan suntikannya dengan segera. Menurut CDC vaksin polio yang tidak aktif (IPV) adalah satu-satunya vaksin polio yang telah diberikan di AS sejak tahun 2000. Ini diberikan dengan suntikan di kaki atau lengan, tergantung pada usia pasien.

Polio dilaporkan sering tidak menunjukkan gejala dan orang dapat menularkan virus dengan mudah bahkan ketika mereka tidak tampak sakit. Tapi itu bisa menghasilkan gejala ringan seperti flu yang bisa memakan waktu hingga 30 hari untuk muncul, hingga gejala berat. Ini dapat menyerang pada usia berapa pun tetapi mayoritas dari mereka yang paling cepat terkena dampak adalah anak-anak berusia tiga tahun ke bawah.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya