Berita

Kapal Brave Commander, kapal yang mengangkut gandum Ukraina untuk dikirim ke Ethiopia/Net

Dunia

Kapal Kemanusiaan Pertama yang Mengangkut Makanan Untuk Afrika Telah Tiba di Ukraina

SABTU, 13 AGUSTUS 2022 | 11:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kapal sewaan pertama PBB yang akan mengangkut gandum dari Ukraina ke Afrika telah berlabuh di Ukraina pada Jumat (12/8). Dikutip dari Voa News, kapal itu akan membawa pengiriman makanan pertamanya ke Afrika dengan tujuan kemanusiaan, rencana ini ada di bawah dukungan PBB untuk memindahkan biji-bijian yang sempat terperangkap.

Sekitar 20 juta metrik ton biji-bijian tidak dapat meninggalkan Ukraina sejak invasi Rusia ke negara itu. Kini sebagian dari biji-bijian itu akan dikirim untuk membantu meringankan krisis pangan global.

Menurut laporan dari Oleksandr Kubrakov, Menteri Infrastruktur Ukraina, mengutip cuitannya di Twitter ia mengatakan bahwa kapal yang baru berlabuh itu siap memuat lebih dari 23 ribu metrik ton biji-bijian untuk dikirim menuju Ethiopia, negara yang diketahui sedang menghadapi kekeringan terburuknya dalam empat dekade.


“Biji-bijian gandum akan digunakan untuk operasi Program Pangan Dunia di Ethiopia, mendukung respons kekeringan Tanduk Afrika karena ancaman kelaparan mengintai wilayah yang dilanda kekeringan itu,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.

Lebih lanjut juru bicara PBB mengungkapkan bahwa terhentinya gandum Ukraina dari pasar global telah membuat hidup sebagian negara menjadi kesulitan, bahkan menderita kelaparan.

Kapal MV Brave Commander tiba Jumat di Yuzhne, Ukraina, sebelah timur Odesa di pantai Laut Hitam.  Setelah dimuat dengan gandum, ia akan melakukan perjalanan ke Djibouti, di mana gandum akan dibongkar dan dikirim ke Ethiopia, menurut PBB.

Kapal kemanusiaan ini dikabarkan pertama kalinya diizinkan berlayar setelah sebelumnya kapal-kapal dengan gandum yang telah meninggalkan Ukraina lebih dulu tidak bersifat kemanusiaan, akan tetapi muatannya telah dibeli oleh negara atau vendor lain.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya