Berita

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun/Ist

Politik

Banyak BUMN Rugi, Rudi Hartono: Saya Duga Manajemen Mereka Tidak Beres

JUMAT, 12 AGUSTUS 2022 | 18:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kerugian yang dialami sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disinyalir terjadi karena kesalahan manajemen perusahaan.

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun mencontohkan, salah satu perusahaan BUMN yang merugi adalah PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) dengan luas lahan sawit mencapai 23 ribu hektare.

Kerugian tersebut perlu ditelisik PTPN I di tengah harga Tandan Buah Segar (TBS) yang justru kembali menggeliat.


"Saya duga ada ketidakberesan dengan manajemen mereka, baik di tingkat direksi ataupun administrasinya," kata Rudi Hartono kepada wartawan, Jumat (12/8).

Ia membandingkan kinerja PTPN I dengan perusahaan swasta. Dikatakan Rudi, perusahaan swasta mampu memiliki lahan dan selalu untung.

"Tapi kenapa mereka (PTPN I) dengan luas lahan 23 ribu hektare kok rugi? Nah itu yang kita soroti dan kita minta jawaban dari mereka,” papar Rudi yang ikut dalam pertemuan tim kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI di Aceh, Selasa lalu (9/8).

BUMN lain yang ikut disorot adalah PT Adhi Karya. BUMN bidang konstruksi ini dinilai belum maksimal dalam meraup keuntungan. Padahal, Adhi Karya menjalankan proyek triliunan rupiah, namun hanya bisa untung bersih Rp 36 miliar di tahun 2021.

“Apakah laba dan pendapatan KSO (kerja sama operasi) dengan perusahaan swasta tidak dimasukan ke laba perusahaan?" tanya politisi Nasdem ini.

"Ini yang kami pertanyakan dengan manajemen atau direksinya, bagaimana mereka mempola atau mengaturnya itu," papar Rudi.

Atas dasar itu, ia menyarankan BUMN yang menjadi mitra kerja Komisi VI DPR RI benar-benar serius mengelola aset negara.

"Negara butuh deviden pajak dari BUMN untuk membiayai operasional negara. Kalau BUMN merugi, negara ini bayar utangnya pakai apa? (Negara) bisa kolaps,” tandas Rudi Hartono.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya