Berita

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia/Net

Politik

Kamrussamad Usul Jokowi Tunjuk Bahlil Lahadalia untuk Selamatkan Kereta Cepat

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 18:50 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KJCB) berpotensi menjadi beban negara karena menelan uang negara cukup besar. Pasalnya, megaproyek tersebut telah ditinggalkan investornya dari China.

Anggota Komisi IX DPR RI Kamrussamad pun mengingaatkan, agar pemerintah memberikan perhatian khusus supaya beban uang negara untuk pembangunan kereta cepat tidak terus bertambah.

"Kita harus waspada agar proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung tidak membebani APBN lagi. Proyek yang di awal menelan biaya Rp 84 triliun rupiah, kini membengkak menjadi 114 triliun rupiah," ujar Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/8).


Legislator Partai Gerindra ini pun menyarankan, Presiden Joko Widodo untuk menunjuk Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk ikut membantu menyelamatkan APBN dari pembangunan proyek kereta cepat tersebut.

"Agar tidak bebani APBN, Presiden Jokowi bisa menunjuk Menteri Investasi dan Kepala BKPM, untuk mengatasi bengkaknya proyek ini. Kalau mekanismenya B to B dan profitable, investor semestinya banyak yang tertarik (berinvestasi),” tutupnya.

Dia mengatakan skema proyek kereta cepat ini bersifat business to business atau B to B. Sehingga, jika saat ini biaya kereta api cepat Jakarta Bandung bengkak, selesaikan secara B to B juga.

"Ini prinsip formalnya," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, prioritas APBN tahun ini harus konsisten menjaga ekonomi kita dari guncangan inflasi akibat kenaikan suku bunga the Fed, dan ancaman krisis pangan serta energi sebagai dampak dari konflik geopolitik Ukraina-Rusia.

"Sehingga, APBN 2022 didesain sebagai penyangga dari guncangan-guncangan tersebut berupa alokasi subsidi kepada masyarakat,” pungkasnya. .

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya