Berita

Jakarta/Net

Dunia

Meski Tak Punya Hubungan Diplomatik, Investor Israel Kunjungi Indonesia untuk Gali Peluang Bisnis Start Up

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 16:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah delegasi Israel telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada bulan lalu untuk menggali potensi investasi dan kerjasama bisnis start up. Delegasi Israel tersebut termasuk investor, profesional teknologi, hingga pejabat perdagangan.

Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga delegasi tersebut mengunjungi Indonesia dengan paspor non-Israel.

Menurut The Jerusalem Post, delegasi Israel mengikuti program yang digelar oleh Israel-Asia Center dan berlangsung pada 17 hingga 22 Juli. Program tersebut dilakukan secara virtual dan langsung.


Sebanyak hampir 100 orang Israel dan Indonesia mengikuti program tersebut.

Program yang diinisiasi termasuk pertemuan dengan para pemimpin bisnis, rektor universitas, hingga pengusaha dan investor di Indonesia. Selain itu juga ada kunjungan ke start up lokal, situs bersejarah di Jakarta, dan kunjungan ke kampung.

Delegasi langsung, yang meliputi pertemuan dengan para pemimpin bisnis Indonesia, rektor universitas, pengusaha dan investor, selain kunjungan ke hub start-up lokal, situs bersejarah di Jakarta, dan kunjungan ke salah satu kampung (kumuh), diperluas pada program maya.

Direktur Eksekutif Israel-Asia Center, Rebecca Zeffert, meski Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, namun ada potensi yang luar bisa yang belum dimanfaatkan, baik dalam pendidikan, fintech, keamanan siber, kecerdasan buatan, mobilitas, perawatan kesehatan, teknologi pertanian, hingga teknologi air.

Terlebih pada 2030, Indonesia diperkirakan akan menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 49 persen per tahun dan akan mencapai 330 miliar dolar AS dalam delapan tahun ke depan.

"Jika semua ini dicermati, maka tidak heran jika ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan yang masif, terutam pasca-Covid," jelas Zeffert.

Lebih lanjut, Zeffert mengatakan, kunjungan delegasi Israel ini telah membawa hubungan Israel dan Indonesia ke tingkat yang baru.

Indonesia yang merupakan negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, tidak mengakui Israel dan mendukung solusi dua negara atas isu Palestina.

Namun salah seorang delegasi yang merupakan Yahudi Ortodoks, Avraham Lifshitz mengaku ia tetap mengenakan kippah selama kunjungan tersebut dan tetap merasakan keterbukaan orang Indonesia.

"Secara pribadi, menjadi orang Yahudi yang terang-terangan tidak menjadi penghalang untuk berinteraksi dengan orang Indonesia," ujarnya, yang merupakan DANA Venture Builder yang berbasis di Abu Dhabi.

"Pertanyaan dari mereka datang dari rasa ingin tahu yang tulus dan membuat saya berharap bahwa hubungan people-to-people akan menjadi fondasi masa depan untuk jembatan antara Israel dan Indonesia," lanjutnya.

Kendati tidak memiliki hubungan diplomatik, Israel-Asia Center mencatat, perdagangan Israel dan Indonesia mencapai sekitar 500 juta dolar AS per tahun.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya