Berita

Masyarakat Taiwan menyambut kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi/Net

Dunia

China-Taiwan Tegang, Pengamat: Pejabat AS Harus Berhenti Bermain Api Sebelum Seluruh Asia Pasifik Terbakar

RABU, 10 AGUSTUS 2022 | 10:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China mengumumkan delapan area kritis di mana ia akan menghentikan kerjasama dengan AS, termasuk dialog antara militer masing-masing, perubahan iklim, dan kejahatan imigrasi ilegal.

Pengamat urusan Asia Timur untuk The National, Sholto Byrnes, dalam artikelnya baru-baru ini mengatakan, berhentinya kerjasama tersebut tentu erat kaitannya dengan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu.

"Benar, itu adalah sinyal kebajikan yang bodoh dan egois yang dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS yang hampir pensiun itu, dan itu hanya memperburuk situasi bagi semua orang," katanya.


"Pelosi tahu betul bahwa mendorong kemerdekaan untuk pulau itu adalah garis merah yang paling mencolok bagi China, tetapi dia bersikeras mengunjungi dengan alasan mendukung pertahanan demokrasi melawan otokrasi di kawasan dan di dunia," lanjutnya, menambahkan bahwa alasan tersebut terlihatg sebaliknya, karena  selama beberapa dekade AS mendukung kediktatoran sebelumnya di Taiwan, dan bahkan mengerahkan senjata nuklir di pulau itu.

Ia kemudian merujuk pendapat William Overholt dari Universitas Harvard, yang mengatakan bahwa Pelosi mencapai banyak hal di Taiwan.

"Dia yang memicu serangan siber, menjadikan ribuan tidak boleh mengekspor ke China, menutup media alat komunikasi penting lintas-Selat Weibo, mengadakan latihan militer daratan dan merangsang blokade yang akan segera terjadi,” katanya.

Gadung Putih telah melarang kepergian Pelosi, tetapi perempuan 82 tahun malah seeprti 'menampar' wajah Presiden AS Joe Biden dengan tetap pergi.

"Pelosi meremehkan Presiden AS Joe Biden dan membuatnya tampak lemah," kata  Byrnes. "Ini tidak menunjukkan kekuatan Amerika yang koheren dalam masalah ini, terutama karena Biden adalah pemimpin Demokrat, partai tempat mereka berdua berasal."

Sikap Pelosi juga menggambarkan ia 'memaksa' Presiden China Xi Jinping untuk menunjukkan kekuatan yang lebih besar, sementara Xi Jinping juga banyak mendapat kritikan dari beberapa nasionalis karena tidak berbuat cukup untuk menanggapi provokasi Pelosi.

Pelosi bertindak egois. Dia bergerak secara independen dengan mengabaikan keberatan sang presiden, menurut Byrnes.

Pelosi menganggap apa yang dilakukannya adalah hal yang biasa, sebagaimana anggota kongres lainnya di masa lalu  sering bepergian ke Taiwan, begitu juga seorang ketua DPR sebelumnya. Ini diperkuat dengan pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.

Kunjungan Pelosi ke Taiwan jelas merupakan provokasi. Merujuk pada Komunike Shanghai 1972, yang merupakan dasar hubungan diplomatik antara kedua negara, menyatakan dengan jelas: “Amerika Serikat mengakui bahwa semua orang China di kedua sisi Selat Taiwan mempertahankan hanya ada satu Cina dan bahwa Taiwan adalah bagian dari China. Pemerintah Amerika Serikat tidak menentang posisi itu.”

Pemrintahan Biden telah berulangkali berusaha untuk menghancurkan sikap "Satu China". Pernyataannya yang berulang-ulang bahwa AS akan membela Taiwan jika berperang, dan membandingkan hubungan Amerika dengan pulau sebagai mitra perjanjiannya di NATO, itu adalah kecerobohan yang ekstrim.

"Betapapun banyak orang luar yang bersimpati kepada rakyat Taiwan, tidak ada dasar hukum untuk membenarkan kemerdekaan (Taiwan), dan ketika pemimpin nasionalis Chiang Kai-Shek dikalahkan oleh komunis dalam perang saudara China, dia tentu tidak berpikir dia pergi ke negara lain," kata Byrnes.

'Satu China' mungkin memiliki arti berbeda bagi tiap-tiap orang dan bagi tiap-tiap media, tergantung kepentingannya. Semua nampak berusaha memperdebatkan perbedaan itu darpada berusaha untuk menyelesaikan perbedaan lintas-Selat.

Banyak orang di kawasan yang akan terkena dampak langsung konflik Taiwan-China-AS. Oleh sebba itu banyak dari mereka yang menegaskan kembali kebijakan "Satu China".

"Terlihat jelas bahwa dalam pernyataan mereka setelah kunjungan Pelosi, hampir setiap anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara menekankan komitmen mereka pada posisi itu, yang mempertahankan hanya ada satu China, apa pun keadaannya saat ini," tegas Byrnes.

Namun, banyak juga yang mengabaikan prinsip Satu China demi mengejar pemisahan diri yang bahkan tidak diminta oleh penduduk Taiwan sendiri.

"Pejabat AS harus berhenti bermain api sebelum seluruh Asia Pasifik terbakar," kata Byrnes.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya