Berita

Presiden Kroasia, Zoran Milanovic/Net

Dunia

Presiden Kroasia: Bukannya Menyakiti Rusia, Sanksi Justru Merugikan Barat

SELASA, 09 AGUSTUS 2022 | 15:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sanksi Barat dinilai tidak lagi efektif terhadap Rusia. Sebaliknya, sanksi tersebut justru merugikan negara-negara Barat.

Begitu yang dikatakan oleh Presiden Kroasia, Zoran Milanovic, yang akhir-akhir ini disebut cenderung mengambil sikap yang lebih lembut pada Moskow.

"Tidak ada tanggapan dari Barat, tidak ada sama sekali. Sanksi yang kami terapkan tidak berfungsi, itu tidak akan merugikan Rusia, tapi nyatanya merugikan kami," ujarnya pada Senin (8/8), seperti dikutip Intel News.


Sebagai anggota Uni Eropa dan NATO, Kroasia juga ikut memberlakukan sanksi terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina pada Februari.

Menurut data Bank Sentral Rusia (CBR), kontraksi ekonomi tahun ini bagi Rusia diproyeksikan sebesar -5 persen, atau lebih ringan dari perkiraan awal.

Meski awalnya Rusia mengalami kejutan ekonomi akibat sanksi, tetapi Moskow nyatanya menghasilkan lebih banyak uang dari ekspor energi.

Di sisi lain, Bank Sentral Kroasia memperkirakan ekonomi negara akan berkembang sebesar 5,5 persen tahun ini, tetapi pertumbuhan akan melambat menjadi 2,5 persen tahun depan karena konteks global yang tidak menguntungkan.

Bank Sentral Kroasia menyebut, inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 9,4 persen, sebelum menjadi 4,6 persen pada tahun depan. Hal ini disebabkan oleh naiknya harga pangan dan energi global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya