Berita

Anggota DPD RI yang juga Pemerhati Anak Fahira Idris/Net

Politik

Perokok Anak Meningkat, Fahira Idris Usul E-KTP Syarat Beli Rokok

SELASA, 09 AGUSTUS 2022 | 03:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

BPOM mengungkapkan ada 3 dari 4 orang mulai merokok di usia kurang dari 20 tahun. Ini artinya prevalensi perokok anak terus meningkat.

Merespons hal itu, anggota DPD RI yang juga Pemerhati Anak Fahira Idris mengatakan, perlu ada sebuah terobosan besar untuk mencegah terus meningkatnya prevalensi perokok anak.

Kata Fahira, terobosan itu harus segera digulirkan agar tidak ada celah bagi anak untuk mengakses rokok. Salah satunya menjadikan E-KTP sebagai syarat membeli rokok.


Ia mengusulkan hal itu karena erokok anak terus meningkat disebabkan karena akses mereka mendapatkan rokok begitu mudah di negeri ini.

"Kenapa celah ini tidak kita tutup. Terbitkan aturan yang bersifat nasional misalnya peraturan pemerintah yang bisa juga dikuatkan aturan daerah yang menjadikan E-KTP sebagai syarat membeli rokok sehingga anak-anak tidak mudah mengakses rokok," jelas Fahira, Senin (8/8).

Secara teknis, pemerintah bisa mengatur bahwa semua toko baik supermarket, swalayan, minimarket, kelontong sampai kaki lima harus mentaatinya syarat penggunaan E-KTP.

Bahkan Fahira mengusulkan jika nantinya melanggar diberi sanksi tegas penutupan atau denda.

"Aturan seperti ini jamak dilakukan di luar negeri," pungkas Fahira Idris.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya