Berita

Amnesty International/Net

Dunia

Bantah Laporan Ukraina Langgar Hukum Humaniter, Kepala Amnesty International Mundur

MINGGU, 07 AGUSTUS 2022 | 13:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepala Amnesty International untuk cabang Ukraina, Oksana Pokalchuk mengumumkan pengunduran diri. Itu dilakukan setelah Amnesty International merilis laporan yang menuduh Angkatan Bersenjata Ukraina membahayakan warga sipil dengan menempatkan pasukan di daerah pemukiman selama perang dengan Rusia.

Lewat unggahannya di Facebook pada Jumat malam (5/8), Pokalchuk mengaku pengunduran dirinya merupakan bentuk protes atau penolakannya terhadap laporan tersebut.

"Jika Anda tidak tinggal di negara yang diserang oleh penjajah, Anda mungkin tidak mengerti bagaimana rasanya," ujarnya, seperti dikutip The Independent.


Alih-alih, ia mengatakan, Amnesty International justru menciptakan narasi yang mendukung Rusia, sehingga laporannya tidak lain merupakan alat propaganda Moskow.

"Saya sedih untuk mengakuinya, tapi kami tidak setuju dengan kepemimpinan Amnesty International tentang nilai-nilai. Itu sebabnya saya memutuskan untuk meninggalkan organisasi," tambahnya.

Pada Kamis, (4/8), Amnesty International menerbitkan laporan yang menyebut Ukraina telah membahayakan warga sipil karena membuat pangkalan militer di daerah pemukiman. Tindakan itu dinilai melanggar hukum humaniter.

Presiden Volodymyr Zelensky menuduh Amnesty International bersekongkol dengan Rusia.

Pejabat Ukraina mengatakan mereka mengambil setiap langkah yang mungkin untuk mengevakuasi warga sipil dari daerah garis depan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya