Berita

Fraksi PKS DPR RI mendorong pembentukan hak angket kereta cepat Jakarta-Bandung/Ist

Politik

PKS Galang Dukungan Lintas Fraksi untuk Wujudkan Hak Angket Kereta Cepat

SABTU, 06 AGUSTUS 2022 | 16:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penggunaan hak angket proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diusulkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI.

Usulan tersebut sebagaimana tugas dan tanggung jawab konstitusional DPR RI untuk melakukan pengawasan dan memberi masukan kepeda pemerintah.

Bagi PKS, hak angket penting untuk menyelidiki dan mengurai secara terang-benderang masalah proyek KCJB yang digarap China namun mengalami pembengkakan biaya.
 

 
"Ini demi akuntabilitas pengelolaan dan penggunaan anggaran negara pada proyek ini," kata Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, Sabtu (6/8).

Usulan tersebut juga menyikapi kritikan dari kalangan wakil rakyat di DPR pengamat, dan publik atas ketidakberesan proyek KCJB sejak awal. Sejak awal, pemerintah menjanjikan proyek tersebut murni dilakukan BUMN dengan skema business to business (b to b).

Namun pada perjalanannya, negara justru harus menanggung biaya melalui penyertaan modal negara (PMN) dari 2020 hingga 2023 sebesar Rp 15,2 triliun ditambah dana talangan.

Pemerintah juga menyatakan komitmen bahwa biaya investasi sepenuhnya berasal dari modal anggota konsorsium dan pinjaman dari China.

"Janji dan komitmen tersebut ternyata nihil. Bahkan dalam perkembangannya, KCJB menuntut pemerintah Indonesia untuk menanggung pembengkakan biaya proyek konstruksi dan cost over run," kritik Jazuli.

Atas dasar itu, Fraksi PKS DPR RI menolak tegas proyek KCJB karena sejumlah permasalahan, mulai soal tender yang berpolemik, hingga perencanaan yang tidak matang.

"Fraksi PKS akan segera berkomunikasi dengan pimpinan DPR untuk menyampaikan usul resmi (hak angket) serta menggalang dukungan lintas fraksi agar proyek KCJB ini tidak menjadi beban negara," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya