Berita

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov/Net

Dunia

Kasus Griner, Rusia akan Membuka Kemungkinan Pertukaran Tahanan dengan Amerika Serikat

SABTU, 06 AGUSTUS 2022 | 12:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rusia dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melakukan pertukaran tahanan dengan Washington, sehari setelah vonis bersalah atas pebasket Brittney Griner yang dihukum sembilan tahun penjara dalam kasus narkoba.

Kemungkinan tersebut disampaikan langsung Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dalam sebuah pernyataan pada Jumat (5/8) waktu setempat.

"Kami siap membahas topik ini, tetapi dalam kerangka  yang disepakati oleh Presiden Putin dan Biden," kata Lavrov, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (6/8). Menambahkan bahwa ini adalah pertukaran tahanan 'murni' tanpa dikaitkan dengan masalah politik.


"Jika Amerika memutuskan untuk sekali lagi menggunakan diplomasi publik, itu adalah urusan mereka dan saya bahkan akan mengatakan bahwa itu adalah masalah mereka," lanjut Lavrov.

Kremlin sebelumnya telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menggunakan "diplomasi megafon" dalam kasus Griner, dengan mengatakan itu hanya dapat menggagalkan upaya untuk mengamankan potensi pertukaran.

Griner, peraih medali emas Olimpiade dua kali dan bintang Asosiasi Bola Basket Nasional Wanita (WNBA), ditangkap pada 17 Februari di Sheremetyevo Moskow dengan selongsong vape berisi minyak ganja di bagasinya.

Griner, yang telah diberi resep ganja medis di Amerika Serikat untuk menghilangkan rasa sakit akibat cedera kronis, mengatakan bahwa dia telah melakukan kesalahan yang jujur ​​dengan secara tidak sengaja mengemasnya saat dia bergegas untuk terbang.

Dia mengaku bersalah atas perubahan terhadap dirinya tetapi bersikeras bahwa dia tidak berniat untuk melanggar hukum Rusia.

Hukum di Rusia meyatakan gabja sebagai barang ilegal baik digunakan untuk tujuan pengobatan maupun rekreasi.

AS telah  mengusulkan agar Moskow  melepaskan Griner sebagai imbalan atas terpidana pedagang senjata Rusia  Viktor Bout, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Tetapi banyak pihak menilai Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda menerima tawaran itu, dan mengecam keputusan Washington untuk mempublikasikannya dalam upaya meningkatkan tekanan untuk kesepakatan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya