Berita

Menlu China Wang Yi dalam pertemuan Menteri Luar Negeri China-ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis 4 Agustus 2022/AP

Dunia

Kecam Pernyataan Bersama G7 Soal Reaksi China Terhadap Kunjungan Pelosi, Wang Yi: Siapa yang Memberi Mereka Hak Itu?

JUMAT, 05 AGUSTUS 2022 | 10:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan para menteri luar negeri yang terkesan menyalahkan China atas reaksi terhadap kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan, disesalkan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Para Menlu G7 dalam pernyataannya pada Rabu mengklaim 'respons eskalasi' China terhadap kunjungan Pelosi berisiko meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan sambil menyerukan China untuk tidak 'secara sepihak mengubah status quo dengan paksa di wilayah tersebut'.

Wang yang sedang menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri China-ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis (4/8) mengecam pernyataan bersama tersebut, mengatakan bahwa inisiatif China masuk akal dan sah untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya.


"Pernyataan para menteri luar negeri G7 menyebut putih hitam, membingungkan benar dan salah, dan membuat tuduhan tak berdasar terhadap tindakan China yang masuk akal dan sah untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial. Bagaimana mereka, memiliki hak seperti itu? Siapa yang memberi mereka hak itu?" kata Wang, seperti dikutip dari CGTN, Jumat (5/8).

Dia menunjukkan bahwa Amerika-lah yang menimbulkan masalah, memprovokasi krisis dan terus meningkatkan ketegangan, menambahkan provokasi terang-terangan AS telah menjadi preseden buruk.

"Jika tidak ada koreksi dan tindakan balasan, apakah prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri akan tetap ada? Haruskah hukum internasional ditegakkan? Bagaimana perdamaian regional harus dijamin?" tanya Wang.

Dia juga meminta masyarakat internasional untuk menentang setiap gerakan yang menantang prinsip satu-China, dan bersatu untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya