Berita

Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti/Repro

Politik

Kata Ray Rangkuti, Perang Rusia dan Ukraina Bakal Jadi Alasan Pemerintah untuk Menunda Pemilu

KAMIS, 04 AGUSTUS 2022 | 14:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peperangan antara Rusia dan Ukraina yang hingga kini belum tampak akan segera berakhir, tidak akan berdampak besar bagi penyelenggaraan Pemilu 2024 di Indonesia.

Namun, menurut Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti, perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina akan selalu dikait-kaitkan oleh pemerintah. Hingga akhirnya dijadikan alasan untuk menunda pemilu.

"Apakah akan ada efek dari perang Ukraina dan Rusia terkait pemilu? Menurut saya secara teoritik tidak ada efeknya, tetapi kenyataannya itulah yang dikait-kaitkan sekarang, jadi alasan meski secara teoritik tidak ada,” ujar Ray ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/8).


Ditambahkan Ray, kondisi ekonomi yang belum stabil ini akan dijadikan bahan pemerintah untuk menunda Pemilu 2024, sebagai akibat dari perang Rusia dan Ukraina.

"Kenapa? Kalaupun ada gangguan secara ekonomi itu menyasar ke semua tempat enggak ada hubungannya dengan Pemilu, termasuk misalnya IKN-nya enggak bisa dilanjutkan karena akibat dari perang Rusia dan Ukraina,” ucapnya.

Ray menegaskan, dampak buruk akibat perang ini akan sedikit dirasakan oleh pemerintah dan tidak boleh mengganggu pesta demokrasi lima tahunan.

"Apakah ada efek dari peperangan Rusia dan Ukraina, secara teoritik menurut saya tidak ada, kalaupun ada sedikit sekali. Kalau itu kecil mestinya tidak mengganggu pemilu,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya