Berita

Migran di atas kapal di lepas pantai Pulau Karpathos, Yunani/Net

Dunia

Mencoba Selundupkan 100 Migran ke Eropa, Lima Tersangka dari Afghanistan-Iran-Turki Ditangkap Polisi Yunani

RABU, 03 AGUSTUS 2022 | 15:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak kepolisian Yunani pada Selasa (2/8) berhasil menangkap dan mendakwa lima tersangka karena mencoba menyelundupkan hampir 100 migran ke Eropa dengan kapal yang tidak aman pada pekan lalu.

The National melaporkan Rabu (3/8), Kelima tersangka dituduh menggunakan apa yang tampaknya merupakan rute laut langsung baru dari Lebanon ke Italia.

Insiden tersebut merupakan yang kedua dalam waktu sekitar satu bulan yang melibatkan kapal yang berangkat dari Lebanon.


Rute laut yang lebih umum bagi pencari suaka dari Timur Tengah dan Afrika yang mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa adalah dari Turki ke Yunani atau Italia. Tapi jalur tersebut menjadi kurang digunakan di tengah peningkatan kewaspadaan oleh badan perbatasan Yunani dan Uni Eropa.

"Para tersangka penyelundup ditahan di antara 101 orang di kapal pesiar motor yang ditemukan hanyut pada Kamis lalu, sekitar 120 kilometer dari pulau Karpathos, Aegean tenggara Yunani," kata penjaga pantai setempat.

Mereka mengatakan para tersangka termasuk warga negara Afghanistan, Iran dan Turki.

Para migran, termasuk 40 anak-anak dan 19 wanita, dibawa ke kamp pencari suaka.

“Karena tingginya jumlah penumpang dan kondisi kesehatan yang buruk, kapal itu tidak laik laut,” kata penjaga pantai.

Dikatakan para migran, yang kewarganegaraannya tidak diumumkan itu, telah membayar antara 6.500 hingga 8.000 dolar AS masing-masing untuk dibawa ke Italia.

Sebelumnya, pada 28 Juni sekitar 166 migran di kapal penangkap ikan yang tidak layak laut yang meninggalkan Lebanon menuju Italia, berhasil diselamatkan dari Karpathos.

Dalam kasus tersebut penjaga pantai Yunani mendakwa enam orang di dalamnya dengan dugaan penyelundupan migran.

Badan pengungsi PBB mengatakan bahwa pada paruh pertama tahun ini, hanya sekitar 2 persen migran yang tiba di Italia melalui laut datang dari Lebanon, dibandingkan dengan 55 persen dari Libya dan 21 persen dari Turki.

Namun, demikian UNHCR mengatakan pekan lalu bahwa itu merupakan peningkatan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya