Berita

Ketua KPU RI Hasyim Asyari dan jajarannya saat terima audensi Majelis Rakyat Papua (MRP)/RMOL

Politik

Audiensi KPU dan MRP Bahas Kepastian Hukum Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024

SELASA, 02 AGUSTUS 2022 | 17:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelaksanaan Pemilu Serentak dan Pilkada Serentak 2024 di Papua dibahas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama dengan Majelis Rakyat Papua (MRP), dalam audiensi di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/8).

Usai audiensi, Ketua KPU RI Hasyim Asyari menjelaskan, MRP menyampaikan konsekuensi yang akan dihadapi rakyat Papua atas kebijakan pemekaran atau disahkannya 3 UU tentang Daerah Otonomi Baru (DOB).

"Gagasan-gagasan yang diusulkan kepada KPU tentang bagaimana konsekuensi elektoral atau konsekuensi kepemiluan sehubungan dengan adanya DOB di Papua," ujar Hasyim.


Konsekuensi DOB terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak dan Pilkada Serentak 2024 yakni berupa perubahan daerahpemilihan (dapil) baik untukpemilihan DPR RI, DPRD, DPD RI, dan juga kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

"Gagasan-gagasan yang diusulkan kepada KPU tentang bagaimana konsekuensi elektoral atau konsekuensi kepemiluan sehubungan dengan adanya DOB di Papua," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasyim menegaskan bahwa kepastian hukum pelaksanaan Pemilu Serentak dan Pilkada Serentak 2024 kini ada di tangan pembentuk undang-undang.

"Bagaimana konsekuensi elektoral terkait dibentuknya daerah otonomi baru di Papua dengan mekanisme revisi-revisi perubahan undang-undang atau apapun, supaya ada payung hukumnya untuk dilakukan pemilu pilkada di Papua," demikian Hasyim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya