Berita

Presiden Joe Biden/Net

Dunia

Tentang Serangan yang Menewaskan Pimpinan al-Qaeda, Biden: Dia Mengukir Jejak Pembunuhan Warga AS

SELASA, 02 AGUSTUS 2022 | 12:18 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Media Amerika telah melaporkan bahwa Ayman al-Zawahiri, pemimpin al-Qaeda, tewas dalam serangan udara Amerika di Kabul.

Dilaporkan bahwa, Presiden AS Joe Biden mengungkapkan operasi ini pada Senin malam (1/8), dan akan memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi ini pada Selasa Sore pukul 19:30 waktu AS.

“Dia mengukir jejak pembunuhan dan kekerasan terhadap warga Amerika, tentara Amerika, diplomat Amerika, dan kepentingan Amerika,” kata Biden tentang serangan sebelum fajar yang menewaskan al-Zawahiri itu, seperti dikutip dari CNBC.


AS sebelumnya telah menawarkan hadiah hingga 25 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya al-Zawahiri.

AS mengawasi pergerakan al-Zawahiri selama berbulan-bulan dan memutuskan bahwa dia tinggal di rumah aman di Kabul bersama keluarganya.

“Kami menjelaskan lagi, bahwa tidak peduli berapa lama atau di mana pun Anda bersembunyi, jika Anda adalah ancaman bagi rakyat kami, Amerika Serikat akan menemukan Anda dan membawa Anda keluar,” tambah Biden.

Sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa pejabat AS telah menerima laporan kematian al-Zawahiri dalam serangan pesawat tak berawak AS yang terjadi pada Minggu sore (31/7) tetapi pemerintah AS menunda merilis informasi sampai berita kematiannya dikonfirmasi.

"Amerika Serikat melakukan operasi kontraterorisme terhadap target utama al-Qaeda di Afghanistan," hanya itu yang disampaikan Gedung Putih dalam pernnyataannya.
 
Pihak Taliban mengkonfirmasi hari ini bahwa penyelidikan intelijen mereka menunjukkan bahwa pada bulan kedua Muharram 1444 H - 31 Juli 2022, drone Amerika menyerang sebuah rumah di daerah Shirpur, Kabul.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, menulis dalam serangkaian tweet bahwa pemerintah Taliban "sangat mengutuk" serangan ini, untuk alasan apa pun, dan menganggapnya sebagai pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan Perjanjian Doha.

Jika kematian al-Zawahiri dikonfirmasi, itu bisa menjadi pukulan terbesar bagi al-Qaeda sejak kematian Osama bin Laden, pendiri dan pemimpin kelompok itu, dalam operasi pasukan khusus AS pada 2011.

Pada saat yang sama, peristiwa ini menempatkan Taliban dalam situasi yang sulit. Para pemimpin kelompok ini telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak akan membiarkan individu atau kelompok mana pun menggunakan tanah Afghanistan untuk melawan negara lain, yang juga ditekankan dalam perjanjian Doha yang ditandatangani pada tahun 2020 antara AS dan Taliban.

Al-Qaeda dianggap sebagai sekutu Taliban, dan selama pemerintahan kelompok ini pada 1990-an, para pemimpin dan pejuang Al-Qaeda hadir di Afghanistan, dan ini adalah salah satu faktor utama invasi AS ke Afghanistan.

Amerika Serikat menuduh bin Laden dan al-Zawahiri merencanakan serangan 11 September dan terlibat dalam pengeboman kedutaan besar Amerika di kota Dar es Salaam di Tanzania dan Nairobi di Kenya, dan menyerang kapal perusak USS Cole di lepas pantai Aden di Yaman.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya