Berita

Presiden Serbia Aleksandar Vucic/Net

Dunia

Vucic: Serbia akan Melindungi Perdamaian Warganya di Utara Kosovo

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 17:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan di bagian utara Kosovo yang berpenduduk mayoritas Serbia meningkat menjelang tenggat waktu berlakunya aturan baru tentang pelat kendaraan dan indentitas warga. Menyoroti situasi yang merugikan rakyatnya,

Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyerukan dialog dan mengatakan bahwa perdamaian adalah kepentingan terbaik.
"Sangat penting bagi kami bahwa dialog berlanjut dan kami mulai menyelesaikan masalah secara damai," kata Vucic, setelah pertemuan dengan Staf Umum Angkatan Bersenjata, Senin (1/8), seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Vucic telah menyampaikan permohonannya kepada perwakilan internasional untuk melakukan segala kemungkinan agar menghentikan ketegangan di perbatasan Kosovo. Ia yakin situasi akan membaik segera dan kedua pihak bisa mencapai perdamaian dengan solusi kompromi baru.

Vucic telah menyampaikan permohonannya kepada perwakilan internasional untuk melakukan segala kemungkinan agar menghentikan ketegangan di perbatasan Kosovo. Ia yakin situasi akan membaik segera dan kedua pihak bisa mencapai perdamaian dengan solusi kompromi baru.

Serbia mungkin akan menghadapi pertarungan politik terbesarnya dalam beberapa hari mendatang. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap pihak-pihak yang selalu mendukung Serbia.

"Saya terutama ingin berterima kasih kepada perwakilan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, yang bereaksi dengan sangat tepat," kata Vucic.

Ketegangan antara Serbia dan Kosovo kembali meningkat pada Minggu (31/7) menjelang undang-undang baru Kosovo yang mulai berlaku Senin (1/8), yang mewajibkan semua orang, termasuk orang Serbia yang tinggal di Kosovo, untuk memiliki kartu identitas dan plat nomor Kosovo.

Menurut media lokal, sirene serangan udara terdengar di sepanjang perbatasan Kosovo/Serbia saat Kosovo akan membatasi penyeberangan perbatasan. Beberapa media melaporkan ada warga yang tertembak dan ada warga yang dipukuli karena berusaha menerobos barusan barikade.

Polisi Kosovo mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada pernyataan resmi bahwa ada yang tertembak atau terluka.

"Kami menghimbau kepada seluruh warga dan media untuk tidak terjerumus pada berita bohong yang cenderung membuat situasi tidak stabil dan menimbulkan kepanikan," kata aparat Kosovo.

Kementerian Pertahanan Serbia balas mengeluarkan pernyataan yang menuduh bahwa pemerintah Kosovo menyebarkan sejumlah besar disinformasi, termasuk melalui akun palsu di media sosial.

Vucic juga menuduh orang-orang menggunakan ancaman dan menyebarkan desas-desus untuk menimbulkan ketakutan dan kerusuhan, memperingatkan orang-orang Serbia di Kosovo untuk tidak "bereaksi terhadap provokasi."

Kosovo, yang sebagian besar dihuni oleh orang Albania, memisahkan diri dari Serbia pada 1999 dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 2008. Kosovo diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Türkiye. Serbia tidak mengakui hal ini dan terus mengklaim wilayah tersebut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya