Berita

Junta militer Myanmar perpanjang keadaan darurat selama enam bulan/AFP

Dunia

Pemimpin Junta Myanmar Perpanjang Keadaan Darurat Selama Enam Bulan

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 11:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kepala Junta Myanmar, Min Aung Hlaing, dikabarkan akan memperpanjang keadaan darurat di negaranya sampai enam bulan ke depan.

Menurut laporan dari kantor berita pemerintah, Senin (1/8) dewan keamanan dan pertahanan nasional junta telah memberikan persetujuan terkait perpanjangan ini.
“Anggota (dewan keamanan) dengan suara bulat mendukung proposal untuk memperpanjang periode keadaan darurat yang dinyatakan selama enam bulan lagi,” kata Global New Light of Myanmar, dikutip dari The New Daily.

Sebelumnya junta pertama kali mengumumkan keadaan darurat setelah berhasil merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi yang dikudeta pada Februari lalu. Kekuasaan diambil alih karena telah beredar kabar adanya kecurangan dalam pemilihan umum pada November 2020 yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi. Namun kelompok pemantau pemilu tidak menemukan bukti kecurangan.

Sebelumnya junta pertama kali mengumumkan keadaan darurat setelah berhasil merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi yang dikudeta pada Februari lalu. Kekuasaan diambil alih karena telah beredar kabar adanya kecurangan dalam pemilihan umum pada November 2020 yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi. Namun kelompok pemantau pemilu tidak menemukan bukti kecurangan.

“Di negara kita, kita harus terus memperkuat sistem demokrasi multi-partai yang asli dan disiplin, yang merupakan keinginan rakyat,” kata Min Aung Hlaing.

Semenjak kudeta terjadi, Myanmar berada dalam kekacauannya, konflik menyebar ke seluruh negara Asia Tenggara, setelah tentara membubarkan aksi protes damai di beberapa kota dengan kekerasan.

Pihak militer telah berjanji untuk mengadakan pemilihan pada Agustus 2023 mendatang meskipun jadwal dikabarkan akan sedikit mundur, namun pihak oposisi tidak percaya pemilihan yang direncanakan akan bebas dan adil.

Saat ini Aung San Suu Kyi dan ribuan warga anti-Junta dikabarkan sedang ditahan, dan pada pekan lalu junta mendapatkan kecaman dari seluruh dunia karena telah mengeksekusi mati empat pembangkang.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya