Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi/Net

Politik

Burhanuddin: Kepuasan Masyarakat pada Kinerja Presiden Jokowi Lebih Baik di Bulan Juli

MINGGU, 31 JULI 2022 | 23:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kepuasan masyarakat pada kinerja Presiden Joko Widodo berada di tren positif pada bulan Juli 2022. Hal ini, jika dibandingan pada angka kepuasan pada bulan Mei lalu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparan hasil survei bertajuk "Persepsi dan Kepatuhan Publik Membayar Pajak" secara virtual, Minggu (31/7).

Hasilnya, kata Burhanuddin, jika pada Mei lalu tingkat kepuasan masyarakat baru menyentuh 61,8 persen, memasuki bulan Juli, ada kenaikan sebesar 3,1 persen, menjadi 64,9 persen.


“Kepuasan cenderung kembali naik dalam sebulan terakhir, setelah sebelumnya cenderung turun,” kata Burhanuddin.

Menurutnya, hanya 23,6 persen yang menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi. Serta hanya 8 persen masyarakat yang menyatakan tidak puas sama sekali.

Burhanuddin menjelaskan, setidaknya ada tiga alasan utama yang menyumbangkan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi.

"Pertama, masyarakat menilai Jokowi berhasil di sektor pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan hingga bendungan, yakni dinyatakan 23,5 persen responden," terangnya.

Selanjutnya, kata dia, kepuasan itu karena kinerja Jokowi yang dipandang sudah bagus di mana diungkapkan 18,9 persen responden.

"Sementara ada 16,8 persen masyarakat yang puas terhadap kerja Jokowi lantaran memberi bantuan kepada rakyat kecil," pungkasnya.

Survei dilakukan pada medio 9-12 Juli 2022 dengan melibatkan 1.246 responden. Data diambil melalui tanya jawab dengan responden dilakukan via sambungan telepon.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya