Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Survey CAGE: Timpangnya HAM Inggris, Kencang Dukung Ukraina tapi Bungkam Soal Palestina

SABTU, 30 JULI 2022 | 15:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa sekolah di Inggris menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap krisis Ukraina. Sebuah studi baru bahkan menunjukkan bahwa sikap solidaritas ini begitu tinggi dilihat dari peran serta siswa dan orangtua juga aparat sekolah. Ini amat jauh bisa dibandingkan dengan ketika mereka diminta menunjukkan solidaritasnya terhadapo masalah Palestina.

Kelompok hak asasi manusia CAGE melakukan survei dengan 532 responden yang terdiri dari orang tua, siswa dan guru.

CAGE mengatakan, hasil survei menunjukkan bahwa 96 persen responden mengkonfirmasi keterlibatan proaktif dalam masalah Ukraina oleh sekolah mereka, termasuk melakukan kegiatan terkait solidaritas. Lalu, sebanyak 62 persen menunjukkan sekolah mereka telah menggalang dana atau menyelenggarakan acara donasi untuk Ukraina.


Sebanyak 17 persen menyebutkan bahwa sekolah mempromosikan bendera Ukraina, seperti mendorong anak-anak untuk memakai warna biru dan kuning pada hari bebas seragam, atau mengibarkan bendera Ukraina di halaman sekolah. Dan mungkin yang paling mengejutkan, dugaan pendanaan dari beberapa sekolah dimaksudkan untuk menyediakan perlengkapan militer untuk perang.

Ukraina sedang dalam krisis yang menuntut perhatian dunia. Namun, bila bicara soal solidaritas, pada 2021, pemboman Israel atas Gaza menarik reaksi internasional yang besar ketika jutaan orang turun ke jalan di seluruh dunia. Mahasiswa Inggris pun ikut dalam curahan dukungan untuk Palestina. Namun, sekolah-sekolah Inggris merespons secara negatif.

Bahkan, ada siswa yang dihukum karena mengibarkan bendera Palestina atau dicap "rasis" karena mengekspresikan solidaritas.

Press TV melaporkan, pada awal Juli, Pengadilan Tinggi London menolak gugatan hukum oleh CAGE terhadap Departemen Pendidikan karena mengeluarkan pedoman "diskriminatif" yang menyebabkan kecaman terhadap lusinan anak sekolah yang menunjukkan dukungan untuk Palestina selama pengeboman Israel tahun lalu.

Dari peristiwa ini bisa disimpulkan dengan bukti-bukti yang kuat bahwa Inggris memang bias ketika mengambil sikap tentang Hak Asasi Manusia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya