Berita

Perdana Menteri Narendra Modi /Net

Dunia

Dua Tentaranya Tewas oleh Gerombolan Pemberontak, Modi Desak Guterres Lakukan Penyelidikan Cepat

SABTU, 30 JULI 2022 | 13:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

India mendesak PBB untuk memastikan penyelidikan cepat atas serangan terhadap personel misi PBB di Kongo MONUSCO yang mengakibatkan kematian dua penjaga perdamaian India.

Dalam percakapan telepon pada Jumat (29/7) Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres agar segera membawa para pelaku insiden itu ke pengadilan.

Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari dua personel Pasukan Keamanan Perbatasan India (BSF) yang terbunuh itu, juga menyampaikan keprihatinannya kepada pemerintah dan rakyat India, seperti dilaporkan India Today.


Ia mengulangi kecamannya yang tegas atas serangan terhadap MONUSCO dan menjanjikan penyelidikan segera  dan transparan.

Dua anggota BSF yang merupakan kepala pasukan, Shishupal Singh dan Sanwala Ram Vishnoi, dibunuh pada Selasa ((26/7) lalu oleh gerombolan pemberontak yang menyerbu ke fasilitas PBB di Butembo di negara Afrika Tengah. Keduanya termasuk di antara 18.000 personel PBB yang dikerahkan di DRC untuk MONUSCO �" misi penjaga perdamaian organisasi internasional di negara itu.

Selama ini India telah menunjukkan kesetiaan dan komitmennya untuk pemeliharaan perdamaian PBB, dengan mengerahkan 2.50.000 personel yang telah bertugas di 49 misi penjaga perdamaian PBB.

India saat ini memiliki lebih dari 5.500 pria dan wanita dengan baret biru yang dikerahkan di sembilan dari 12 misi penjaga perdamaian PBB.

Menteri Luar Negeri S Jaishankar telah mengungkapkan kesedihan atas kehilangan dua penjaga perdamaian India yang gagah berani dan menuntut agar para pelaku "serangan yang keterlaluan" itu harus bertanggung jawab dan diadili.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya