Berita

Tiga Ketua Umum Partai Politik dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)/Net

Politik

KIB Simpan Capres karena Terbelenggu Bayang-bayang Kekuasaan Jokowi

SABTU, 30 JULI 2022 | 10:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) merupakan koalisi yang pertama kali dibentuk namun hingga hari ini belum berani mendeklarasikan capres dan cawapres.

Pengamat politik dari Indonesia Political Power, Ikhwan Arif berujar jika dilihat dari proses terbentuknya, KIB merupakan koalisi irisan dari koalisi pemerintahan eksekutif Presiden Jokowi.

Maka, kata dia, tidak heran sampai hari ini keinginan koalisi untuk segera mendeklarasikan calon terhalangi oleh kerja-kerja di pemerintahan Presiden Jokowi.


"Langkah KIB terbelenggu oleh bayangan-bayang kekuasaan eksekutif di pemerintahan Presiden Jokowi. Jadi tidak heran jika sampai saat ini KIB mengulur waktu untuk mendekrasikan calon yang akan diusung," kata Ikhwan Arif kepada redaksi, Sabtu (30/7).

Ikhwan Arif mengatakan posisi menteri yang diemban masing-masing petinggi partai di KIB, juga menjadi pertimbangan khusus bagi figur atau tokoh yang akan maju pada Pilpres 2024 nanti.

Dalam koalisi KIB, ketiga Ketum juga menjabat menteri, yakni Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian, Ketum PAN Zulkifli Hasan sebagai Mendag, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa sebagai Menteri PPN/ Bappenas.

Namun dari tiga sosok tersebut, hanya Airlangga yang menjadifigur terkuat untuk menjadi bakal calon presiden.

"Sedangkan Suharso dan Zulkifli Hasan sulit untuk membantu mendongkrak suara untuk meraih kemenangan," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya