Berita

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez/Net

Dunia

Demi Hemat Energi, Perdana Menteri Spanyol Sarankan Setop Memakai Dasi

SABTU, 30 JULI 2022 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berbagai cara dilakukan pemimpin Eropa untuk meghemat penggunaan energi, salah satunya dengan berhenti menggunakan dasi seperti yang dilakukan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Dalam pernyataannya pada Jumat (29/7), Sanchez kemudian mengajak para menteri untuk mengikuti jejaknya melepaskan dasi mereka.

Sanchez muncul pada konferensi pers dengan mengenakan jas biru, kemeja putih, tanpa dasi, dan kancing di bagian atas yang terbuka. Dia kemudian menyinggung soal penampilannya yang kurang resmi itu. Menurutnya, kemungkinan besar penampilannya akan seperti itu terus; tanpa dasi.


"Saya tidak memakai dasi, itu artinya kita semua bisa berhemat dari segi energi dan saya sudah meminta semua menteri dan semua pejabat publik untuk melakukan hal yang sama," katanya, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (30/7).

Tak hanya para pegawai negeri, ia juga mendesak perusahaan swasta untuk mengizinkan staf mereka bekerja tanpa dasi selama mungkin, menambahkan bahwa dengan cara ini seluruh bangsa akan terselamatkan.

Penghematan energi, menurut Sanchez, adalah prioritas nasional karena membantu mengurangi ketergantungan pada gas Rusia dan “membengkokkan kurva inflasi.”

Sanchez tidak merinci bagaimana tepatnya melepaskan dasi membantu menghemat energi, tetapi langkahnya terjadi beberapa hari setelah Kementerian Transisi Lingkungan mengeluarkan rekomendasi untuk menyetel AC ke 27 derajat Celcius – jauh lebih tinggi daripada yang biasanya ditetapkan orang, terutama selama Spanyol dilanda gelombang panas, ketika suhu udara bisa melebihi 40 derajat Celcius.

“Jika digabungkan dengan kipas angin, konsumsi listrik akan berkurang hampir setengahnya,” kata kementerian.

Pemerintah Sanchez diperkirakan akan menyetujui program hemat energi pada 1 Agustus.  

Dengan melakukan itu, ia akan bergabung dengan pemerintah Eropa lainnya yang menerapkan tindakan serupa di tengah krisis energi yang berkembang yang diperburuk oleh penurunan pasokan gas alam Rusia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya