Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati/Net

Politik

Pemerintah Klaim PSN Serap 11 Juta Tenaga Kerja, Komisi IX: Buka Datanya Supaya Fair

RABU, 27 JULI 2022 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah harus menjelaskan detail klaim Proyek Strategis Nasional (PSN) yang disebutkan telah menyerap 11 juta tenaga kerja. Terlebih, disebutkan dari 11 juta tenaga kerja, hanya 1,9 juta tenaga kerja yang terserap langsung.

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mentarakan, transparansi itu penting disampaikan karena angka tenaga kerja yang terserap masih termasuk Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PSN.

"Jadi klaim 11 juta tenaga kerja di PSN juga harus dibuka berapa yang termasuk TKA. TKA yang bekerja di PSN sempat menjadi TKA yang dikecualikan saat muncul larangan TKA masuk di Indonesia," kata Kurniasih kepada wartawan, Rabu (27/7).


"Artinya TKA dalam proyek strategis ini mendapatkan previlege. Jadi agar fair perlu dibuka rinci klaim datanya," imbuhnya.

Kurniasih menegaskan, pemerintah perlu apa saja kriteria penyerapan kerja langsung, tidak langsung dan induced yang diklaim pemerintah.

"Kalau angka penyerapan langsung 1,9 juta berarti proporsinya masih kecil bagaimana PSN bisa langsung menyerap tenaga kerja yang bekerja di sektor utama. Belum lagi persentase TKA," terangnya.

Legislator PKS ini berharap, PSN yang berjalan bisa memprioritaskan tenaga kerja asal Indonesia di tengah angka pengangguran yang masih belum kembali seperti sebelum pandemi.

Dibeberkan dia, angka pekerja informal juga meningkat tajam sejak Pandemi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ada 77,9 juta orang yang bekerja di sektor informal pada 2021.

Jumlah tersebut naik 0,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 77,68 juta orang dan naik tajam dari sebelum pandemi sebesar 71,95 juta pada 2019.

"Residu dampak dari pandemi Covid-19 masih dirasakan anak bangsa. Beri kesempatan tenaga kerja Indonesia lebih besar dengan program pemulihan ekonomi yang cepat dan tidak hanya mengandalkan PSN," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya