Berita

Mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto (kanan) bersama Denny Indrayana jadi kuasa hukum tersangka korupsi Mardani H. Maming/RMOL

Hukum

Sangat Disayangkan Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto jadi Kuasa Hukum Tersangka Korupsi

SELASA, 26 JULI 2022 | 13:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sangat disayangkan seorang mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) menjadi kuasa hukum gugatan praperadilan tersangka kasus tindak pidana korupsi, yaitu tersangka Mardani H. Maming.

Mardani H. Maming menjadi tersangka dalam kapasitas sebagai Bupati Tanah Bumbu periode 2010 hingga 2018. Saat ini Maming menjabat Ketua DPD PDIP Kalimantan Selatan dan Bendahara Umum PBNU.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengaku heran dengan sikap BW yang rela keluar dari Ketua TGUPP Provinsi DKI Jakarta untuk membela Maming yang saat ini sudah menjadi buronan KPK.


"Apalagi yang dicari oleh BW? Dari segi ketokohan dan ketenaran sudah tidak diragukan lagi, beliau mantan pimpinan KPK. Kemudian kalau urusannya soal uang saya kira yang bersangkutan sudah berlebih," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa siang (26/7).

Saiful menilai, lebih baik BW pensiun dan lebih memilih jalan menjadi negarawan atau cendikiawan, ketimbang memilih jalan membela tersangka tindak pidana korupsi.

Dalam pandangan Saiful, posisi BW yang pernah menjadi komisioner KPK mestinya lebih memilih netral dan tidak menjadi penasihat hukum dari tersangka korupsi.

Bacaan Saiful, selain kurang elok, akan dapat memberikan persepsi yang tidak baik bagi BW yang pernah menjadi pimpinan KPK.

"Publik melihat terdapat perubahan di sosok BW, mestinya yang bersangkutan kalau memang pada akhirnya membela tersangka koruptor, pada saat terdahulu tidak mendaftar atau mengundurkan diri dari KPK," pungkas Saiful.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya