Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Jelang Pemilu 2024, HMI Bekasi: Pilih Elektabilitas atau Elitabilitas?

SENIN, 25 JULI 2022 | 15:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat harus cermat dan teliti dalam menyongsong Pemilu Serentak 2024. Utamanya, soal akan mengutamakan elektabilitas atau elitabilitas dalam menentuan figur pilihan.

Begitu dikatakan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bekasi Khaqim Nurjawahir dalam Dialog Aktivis Bekasi yang dihadiri sejumlah aktivis mahasiswa hingga Kelompok Cipayung, Senin (25/7).

"Mengapa publik perlu kritis? Sebab, ini menyangkut kedaulatan rakyat," kata Khaqim.


Dalam pandangan Khaqim, baik elektabilitas maupun elitabilitas, masing-masing mengandung pengertian yang cukup kontras.

"Elektabilitas dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai derajat keterpilihan seseorang berdasarkan preferensi (dukungan) publik," ujarnya.

Sedangkan elitabilitas, kata dia, bermakna tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang di lingkungan elit atau besarnya dukungan seseorang di kalangan elit.

"Dengan demikian, antara elektabilitas dan elitabilitas tidak hanya berbeda secara pengertian, tapi juga memiliki perbedaan yang kontradiktif," terangnya.

Realitas selama ini, lanjutnya, demokrasi sedang dirampok oleh kekuatan elite oligarkis. Implikasinya, kedaulatan rakyat menjadi nonsense alias omong kosong.

"Fakta terkait hal ini dapat diamati dari keputusan publik yang justru teramputasi di lingkaran elit tanpa menimbang aspirasi ataupun kehendak rakyat. Inilah bahaya elitabilitas," jelasnya.

Dia pun meminta kepada masyarakat agar kembali merebut hak daulatnya yang terampas pada Pemilu Serentak 2024.

"Untuk itu, bagi saya masyarakat perlu mempertegas pentingnya elektabilitas dari kuasa elitabilitas," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya